MASAPNEWS – Sejumlah kaum perempuan di Kelurahan Kuala Kurun, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, mengikuti pelatihan pembuatan kerajinan tangan yang dilaksanakan oleh Universitas Palangka Raya (UPR), di kantor kelurahan setempat, Jumat (8/10/2021) lalu.
“Pelatihan tersebut merupakan Program Dosen Pendamping Wirausaha Masyarakat dan salah satu penerapan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat,” ucap dosen Jurusan Teknik Arsitektur Fakultas Teknik UPR Elis Sri Rahayu saat dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (10/10/2021).
Dia menuturkan, sebelumnya pada tahun 2017 lalu telah dilakukan pelatihan keterampilan membuat kerajinan dengan teknik decoupage, tahun 2019 teknik sospeso dengan media ‘tissue decoupage’, dan kali ini teknik sospeso dengan media kain batik.
Pelatihan lanjutan ini seharusnya dilaksanakan pada 2020 lalu, namun karena terjadi pandemi Covid-19 maka pelatihan yang ketiga kalinya terpaksa ditunda dan baru bisa dilakukan pada saat ini.
Elis menyampaikan, peserta kegiatan ini adalah dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kelurahan Kuala Kurun. Melalui pelatihan ini diharap dapat memacu peningkatan kewirausahaan masyarakat.
“Apa saja bisa dihias, misalnya tas, tempat tisu, dan lainnya. Dengan dihias maka tas atau tempat tisu tadi memiliki nilai jual lebih ketimbang dengan tas atau tempat tisu yang polos,” beber dia.
Dalam pelaksanaan pelatihan, dirinya dibantu oleh dua orang mahasiswa yakni Bharik dan Dewina. Pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan mengedepankan protokol kesehatan.
Ke depan, tidak menutup kemungkinan pelatihan pembuatan kerajinan tangan kembali dilakukan di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau, mengingat masih banyak keterampilan yang ingin dibagikan.
Sementara itu, Sekretaris Lurah Kuala Kurun, Rekye menyambut baik dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada UPR yang telah melakukan pelatihan pembuatan kerajinan tangan kepada kaum perempuan di kelurahan setempat.
Dikatakan olehnya, kaum perempuan di Kelurahan Kuala Kurun memiliki potensi untuk membuat berbagai kerajinan tangan yang dapat menambah penghasilan, terlebih di kelurahan ini terdapat 16 Rukun Tetangga (RT).
“Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Semoga dari kegiatan pelatihan ini bisa lahir wirausaha-wirausaha yang sukses dan pada akhirnya nanti dapat menambah penghasilan,” tandasnya. (GCM/MN-2)









