MASAPNEWS – Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) secara resmi telah ditayangkan di Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) pada Selasa (16/11/2021), sebagai bukti partisipasi dalam kegiatan PKN 2021.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gumas, Eigh Manto mengatakan, pada PKD pihaknya menampilkan tradisi ‘Harubuh Manugal’ dan sudah ditayangkan di website resmi PKN.
“Selain di website resmi PKN, konten harubuh manugal juga ditayangkan di kanal YouTube resmi yakni Budaya Saya,” ucap Eigh Manto yang didampingi Kepala Bidang Kesenian Christin Valentine, di kantor dinas setempat.
Dia menjelaskan, bagi masyarakat yang ingin menyaksikan konten harubuh manugal dapat mengunjungi website resmi PKN di https://pkn.id/ atau di https://www.youtube.com/watch?v=61gaFKLOPbk.
Masyarakat Kabupaten Gumas diajak untuk menyaksikan konten harubuh manugal, dan membagikan konten tersebut di berbagai media sosial, sehingga semakin banyak masyarakat yang mengetahui budaya harubuh manugal.
PKN 2021 dilakukan secara dalam jaringan (daring), mengingat saat ini sedang terjadi pandemi COVID-19. Yang dimaksud daring di sini yakni dengan membuat konten dengan durasi waktu tertentu, untuk disajikan secara daring dan bukan membuat kegiatan secara fisik yang mengumpulkan massa yang banyak.
Pada PKD, Kabupaten Gumas menampilkan tradisi harubuh manugal. Harubuh manugal adalah penanaman padi yang dilakukan secara bergotong royong. Tradisi ini, populer dilakukan sekitar tahun 1960 hingga tahun 1990-an, di mana saat itu suku Dayak hanya mengenal sistem ladang berpindah yang diolah secara tradisional.
Harubuh manugal biasanya dilakukan oleh dua orang kepala keluarga dari kampung yang berbeda. Ciri khas dari tradisi ini adalah bergotong royong atau saling membantu, namun dibalas pada tahun berikutnya oleh kepala keluarga yang mengadakan harubuh manugal pada tahun sebelumnya kepada orang yang membantu.
Dia menjelaskan, proses pembuatan konten harubuh manugal tersebut dimulai sejak September 2021, dan dilakukan di berbagai tempat di wilayah kabupaten bermoto ‘Habangkalan Penyang Karuhei Tatau’.
“PKD kali ini membawa kita untuk melihat keberagaman budaya yang ada di Kalimantan Tengah, termasuk budaya harubuh manugal yang kita angkat kembali,” tandasnya. (GCM/MN-2)









