Selamat Malam | Sabtu, Mei 2, 2026
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
Home Olahraga

Peparnas Papua dan bahwa hidup itu perjuangan

adminmasap by adminmasap
November 9, 2021
in Olahraga
0
Pelari putri Jawa Barat Insan Nurhaida (kiri) beradu cepat dengan pelari Sumatera Selatan Endang Purwita Sari (kanan) pada final nomor 100 meter putri klasifikasi T35-T36 di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (9/11/2021). Insan Nurhaida berhasil membuat rekor nasional dengan catatan waktu 16,51 detik. (MASAPNEWS/ANT)

Pelari putri Jawa Barat Insan Nurhaida (kiri) beradu cepat dengan pelari Sumatera Selatan Endang Purwita Sari (kanan) pada final nomor 100 meter putri klasifikasi T35-T36 di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (9/11/2021). Insan Nurhaida berhasil membuat rekor nasional dengan catatan waktu 16,51 detik. (MASAPNEWS/ANT)

28
SHARES
213
VIEWS






MASAPNEWS – Palingkanlah sejenak mata dan kepala Anda ke layar televisi atau kanal YouTube Anda untuk menyaksikan yang dilakukan saudara-saudara berkebutuhan khusus kita selama Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua di berbagai arena di kota dan kabupaten Jayapura.

Di sana, saudara-saudara difabel kita beradu cepat, beradu kuat, beradu keterampilan, di kolam renang, di lintasan atletik, di lapangan-lapangan, di segala tempat di mana kompetisi untuk kaum difabel digelar, seperti dua bulan lalu pernah terjadi di Tokyo dalam Paralimpiade 2020.

Jika Anda cermati, dari setiap kayuhan tangan mereka ketika membelah air di kolam renang, dari setiap ayunan raket yang mereka pegang untuk memukul bola dalam pertandingan bulu tangkis, dari setiap gerakan kaki saat beradu cepat di lintasan atlet, atau gerakan apa saja yang mereka buat saat berkompetisi selama Peparnas Papua, jelas terlihat ada perjuangan keras yang mungkin lebih hebat dari yang dilakukan oleh atlet-atlet yang tak memiliki kekurangan apa-apa dalam fisiknya.

Saudara-saudara berkebutuhan khusus kita yang tengah berkompetisi di Papua adalah manusia pejuang yang berjuang lebih dari sekadar mencetak rekor, medali dan prestasi, karena mereka juga melawan berbagai keterbatasan.

Mereka yang sedang berkompetisi dalam Peparnas Papua 2021 adalah bagian dari mereka yang tak ingin apa yang tiada dari fisiknya dieksploitasi demi belas kasihan.

Mereka justru ingin memberikan sesuatu kepada yang lain, paling tidak memberi pesan bahwa hidup itu perjuangan, bahwa kekurangan fisik bukanlah kendala, melainkan kekuatan guna menciptakan hal besar bagi dirinya dan orang lain, walaupun hanya demi membuat orang lain tersenyum arau turut bahagia atau ikut berbangga.

Di antara mereka, ada petenis yang menggunakan tangannya tidak hanya untuk memegang raket guna memukul bola, namun juga guna menggerakkan roda pada kursi rodanya sehingga bisa mengembalikan pukulan atau servis lawan.

Ada perenang yang harus memulai gaya bebas bukan dari atas kolam renang melainkan dari bawah kolam seperti perenang gaya punggung mengawali lomba. Mereka harus memulai dari bawah karena tidak memiliki kaki sehingga tak bisa membuat ancang-ancang dari atas.

Ada pebulutangkis yang keadaan fisik kaki dan badannya membuatnya tak bisa melangkah cepat atau meloncat tinggi menyambut shuttlecock dari pukulan lawan untuk mereka kembalikan sebagai smash, lob, atau dropshot.

Semua memiliki keterbatasan, tetapi semua menganggap keterbatasan sama sekali bukan penghalang, melainkan kekuatan dalam menaklukkan keterbatasan itu sendiri.

Mereka berbuat segalanya dalam setiap lomba dan pertandingan. Dengan penuh wira dan semangat, mereka berlomba menunjukkan potensi, keterampilan dan kreativitas dalam kondisi fisik tidak selengkap umumnya dimiliki manusia.

Sudah empat hari sejak Peparnas Papua dibuka, atlet-atlet istimewa ini berkompetisi bersama apa yang bagi orang lain disebut kekurangan namun bagi mereka justru anugerah yang membuat mereka istimewa.

Di antara pelajaran paling menarik dari mereka adalah ‘jangan menyerah karena keadaan’, apalagi sampai mengutukinya dan mengeksploitasinya agar orang lain jatuh kasihan.

Semangat itu yang membuat hidup tetap dijalani dengan gairah tinggi dengan tak pernah kehilangan asa. Dan ini layak diteladani siapa pun, termasuk masyarakat yang dihimpit dampak buruk pandemi COVID-19.

Perenang Papua Barat Boy Levinus Wardy bersiap untuk berlomba pada final renang 50 meter gaya dada putra klasifikasi S5 di Kolam Akuatik Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (8/11/2021). (MASAPNEWS/ANT)

Semangat tak putus harapan

Beberapa dari atlet-atlet itu sudah menyandang predikat difabel sejak lahir, sedangkan yang lainnya mendapatkannya karena kecelakaan atau situasi-situasi tidak menguntungkan sehingga menjadi tidak memiliki kelengkapan fisik seperti kebanyakan orang.

Tetapi tidak seorang pun dari mereka datang ke Papua untuk minta dikasihani.

Seperti difabel-difabel lain yang berkarya dalam banyak bidang kehidupan dari mulai seni sampai ekonomi kreatif, mereka tak mau apa yang bagi orang kebanyakan dianggap keterbatasan, menghalangi mereka untuk tetap berkarya, baik demi dirinya maupun untuk orang lain, masyarakat, negara dan umat manusia.

Atlet-atlet ini pada dasarya pejuang-pejuang sejati yang penuh vitalitas dan memiliki tekad besar menggunakan fungsi fisiknya guna mengekspresikan identitas penuh mereka.

Mereka memang setara dan kita patut memandangnya demikian. Bahkan orang-orang seperti Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali meminta semua dari kita memperlakukan mereka sama dengan yang lainnya, termasuk cara media melukiskan perjuangan mereka dalam Peparnas Papua.

Sayang, perjuangan mereka itu tak beroleh layar selebar atau sedramatis yang telah diberikan kepada PON atau turnamen-turnamen olah raga lainnya.

Pragmatisme pasar dan mungkin asumsi kurangnya drama yang menjadi salah satu aspek terpenting dalam tayangan audiovisual, membuat Peparnas tak luas dikupas oleh media.

Padahal ada banyak drama yang bisa diekspos dari Peparnas, terutama perjuangan keras manusia dalam mengatasi keterbatasan guna mencetak prestasi dan pencapaian-pencapaian tertingginya.

Sebaliknya ada yang mempertanyakan signifikansi menggelar Peparnas di tengah pandemi COVID-19.

Pertanyaan seperti ini bisa dijawab dengan menyatakan dari Peparnas Papua inilah orang bisa belajar bagaimana melawan keterbatasan.

Peparnas Papua juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa manusia itu pada dasarnya pejuang.

Dalam kaitan itu, ada filosofi indah dalam Paralimpiade bahwa, “Jangan lihat apa yang hilang dari Anda, tapi manfaatkan saja apa yang masih ada pada Anda.”

Dan atlet-atlet Peparnas Papua itu telah dan tengah membumikan filosofi agung yang memuat semangat pantang menyerah itu, selain melukiskan orang-orang yang mandiri, senantiasa optimistis dan tak putus harapan kendati dihadapkan kepada seberat apa pun kekurangan yang dihadapinya.

Itu semua pelajaran besar. Oleh karena itu, Peparnas Papua tak saja mengajak Indonesia meninggikan kesetaraan, tapi juga ajang menularkan semangat tidak pernah berhenti berjuang, apa pun keadaan kita. (ANT/MN-2)

Previous Post

Gong Myung daftar militer bulan depan

Next Post

Satgas catat terdapat 104 pinjol terdaftar dan berizin OJK

Related Posts

Tim Basket Gunung Mas Tunjukkan Taring di BGU Championship
Gunung Mas

Tim Basket Gunung Mas Tunjukkan Taring di BGU Championship

April 14, 2026
Pelatih timnas Indonesia Patrick Kluivert (kiri) dan Ketum PSSI Erick Thohir (kanan) berpose pada acara pengenalan tim pelatih timnas Indonesia di Hotel Mulia, Jakarta, Minggu (12/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)
Olahraga

Erick Thohir: Dirtek PSSI akan diumumkan akhir Februari 2025

Januari 19, 2025
Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert menunjukkan jersey Timnas Indonesia yang bertuliskan namanya saat acara perkenalan Pelatih Baru Timnas Indonesia di Jakarta, Minggu (12/1/2025). PSSI secara resmi mengumukan dan memperkenalkan pelatih baru bagi Timnas Indonesia yaitu Patrick Kluivert beserta dua asisten pelatih yaitu Alex Pastoor dan Denny Landzaat. (MASAPNEWS/ANT)
Olahraga

Patrick Kluivert: Saya adalah orang yang menyukai tekanan

Januari 12, 2025
Pelatih anyar timnas Indonesia Patrick Kluivert tiba di tanah air melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, Sabtu (11/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)
Olahraga

Pelatih baru timnas Patrick Kluivert tiba di Indonesia

Januari 11, 2025
Presiden FIFA Gianni Infantino (kiri) bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kanan) menyaksikan laga play-off Timnas Indonesia U-23 melawan Timnas Guinea U-23 di Stadion Clairefontaine, Paris, Perancis, Kamis (9/5/2024). (MASAPNEWS/ANT/HO-PSSI)
Olahraga

NDRC Indonesia diakui FIFA, Erick Thohir: bukti PSSI makin profesional

Januari 11, 2025
Arsip foto - Mantan pesepak bola Belanda Patrick Kluivert dalam acara pengundian untuk perempat final, semifinal, dan final Liga Champions UEFA 2022-2023 di Nyon pada 17 Maret 2023. PSSI, Rabu (/1/2025) mengumumkan Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia menggantikan Shin Tae-yong. (MASAPNEWS/ANT/AFP)
Olahraga

Patrick Kluivert resmi diumumkan jadi pelatih baru timnas Indonesia

Januari 8, 2025
Next Post
Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam Lumban Tobing dalam Dialog Kebangsaan Series 3 yang bertajuk "Pemberantasan Pinjaman Online Ilegal" secara daring di Jakarta, Selasa (9/11/2021). (ANT/MN-2)

Satgas catat terdapat 104 pinjol terdaftar dan berizin OJK

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

  • Tim Skyger Vertical Voyage Indonesia yang sempat dikabarkan hilang saat melakukan ekspedisi ditemukan selamat di wilayah Desa Harowu, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas, Jumat (27/8/2021). (Foto : Dokumentasi pribadi)

    Sempat dikabar hilang, Tim Ekspedisi Panjat Tebing Puruk Sandukui ditemukan selamat

    716 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Polres Gumas Amankan Tiga Tersangka Illegal Mining

    493 shares
    Share 197 Tweet 123
  • Berikut asal nama Tahura Lapak Jaru, satu-satunya tahura di Kalteng

    451 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Sejumlah warga Kalteng jadi korban investasi bodong hingga Rp2 miliar lebih

    391 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Berbalas Pantun Warnai Pembukaan Musda IV MD-AHK Kabupaten Gumas

    288 shares
    Share 115 Tweet 72
Masap News Portal Berita Online Terpercaya

Follow us on social media:

Informasi

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi
Info Pemasangan Iklan

Kategori

  • Barito Selatan
  • Barito Timur
  • Barito Utara
  • Berita Daerah
  • DPRD Kabupaten Gunung Mas
  • DPRD Kotawaringin Timur
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Gunung Mas
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kapuas
  • Katingan
  • Kotawaringin Barat
  • Kotawaringin Timur
  • Kriminal
  • Lamandau
  • Murung Raya
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Palangka Raya
  • Pariwisata
  • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
  • Politik
  • Pulang Pisau
  • Seruyan
  • Sukamara
  • Uncategorized
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.