MASAPNEWS – Dengan potensi bahan baku berlimpah, Kabupaten Lamandau memiliki peluang dalam pengembangan industri pengolahan kopi. Dari peluang itu, Pemerintah Kabupaten Lamandau melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat melaksanakan pelatihan pengolahan kopi.
“Indonesia adalah negara produsen biji kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia. Maka dari itu kami memberikan pengetahuan kepada peracik kopi barista berstandar profesi yang diolah dalam wilayah Lamandau terus kami pacu,” kata Kepala Disnakertrans Lamandau Marinus Apau, Selasa (30/11/2021).
Tujuan pelaksanaan pelatihan tersebut adalah untuk mewujudkan tenaga kerja yang berkualitas dan berdaya saing, dalam rangka sinergitas desa wisata dan industri kreatif guna mendukung pegembangan destinasi wisata di Lamandau.
Adapun peserta yang ikut dalam pelatihan itu masyarakat dari desa-desa di Kecamatan Delang, di mana peserta itu nanti akan diuji sertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) setelah pelatihan selama 7 hari.
Diharap melalui kegiatan pelatihan tersebut para peserta dapat menjadi barista yang berkualitas dan profesional dan dapat meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat ke depannya.
“Saya berharap dengan pelatihan ini para peserta menjadi peracik pengolahan kopi yang handal. Semoga selesai pelatihan ini agar para peserta terus berinteraksi kepada masyarakat untuk menumbuhkembangkan geliat UMKM di daerah ini, karena sektor kopi mulai tumbuh kembali,” imbuhnya.
Diketahui, pelatihan pengolahan bisnis kopi barista tersebut dilaksanakan di Nanga Bulik mulai tangggal 29 November hingga 5 Desember 2021. Kegiatan ini diikuti oleh 11 peserta perwakilan dari desa-desa wisata yang ada di Kecamatan Delang. (HY/MN-2)









