MASAPNEWS – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar Training of Trainer (ToT) Terintegrasi, di Aula RSUD Kuala Kurun, Sabtu (11/2/2023).
“Kegiatan ini sekaligus mendukung salah satu program unggulan Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati Gumas, yakni smart human resources atau sumber daya manusia (SDM) yang unggul,” ucap Ketua DPD PPNI Kabupaten Gumas, Rahmattambun.
Sebanyak 175 peserta mengikuti kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Provinsi Kalimantan Tengah, H Riduan. Rinciannya 50 peserta mengikuti secara luar jaringan (luring) dan 125 peserta mengikuti secara dalam jaringan (daring).
Sepanjang kegiatan, ada delapan materi yang disampaikan oleh sejumlah narasumber. Materi yang disampaikan antara lain simulasi cara mengubah data dan legalisir yang disampaikan oleh Yadi Setiawan, simulasi E-STR DPD PPNI oleh Titut Wibisono.
Kemudian praktik keperawatan mandiri yang disampaikan oleh Nilawati, penerapan penelitian keperawatan di pelayanan oleh Selvi Oktavianti, serta organisasi dan kaderisasi oleh Heri Yuliawan.
Selanjutnya tata cara pembuatan dan perpanjangan e-STR yang disampaikan oleh Fijaryanto, tata kelola keuangan dan aset oleh Febri Kurniawati, serta kesekretariatan dan protokoler oleh Rahmattambun.

Melalui kegiatan ini diharap seluruh perawat se-Kabupaten Gumas memiliki kesamaan persepsi dan keselarasan, dalam melaksanakan kegiatan organisasi, dari sisi kebijakan, pedoman, peraturan mekanisme kerja.
“Pada akhirnya itu semua demi kemajuan dunia kesehatan, karena nantinya akan berdampak positif bagi pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau,” imbuhnya.
Lebih lanjut, dia juga mengingatkan kepada seluruh Dewan Pengurus Komisariat (DPK) dan anggota PPNI se-Kabupaten Gumas, agar selalu berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP), dan berhati-hati dalam menjalankan tugas.
“Anggota PPNI Kabupaten Gumas juga harus selalu mendukung program daerah dan nasional, termasuk dalam percepatan penurunan angka stunting,” tandas Rahmattambun. (GCM/MN-3)









