Selamat Pagi | Selasa, Mei 5, 2026
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
Home Gaya Hidup

Kemenkes kemukakan urgensi sistem informasi kesehatan dalam RUU

adminmasap by adminmasap
April 3, 2023
in Gaya Hidup
0
Tangkapan layar - Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan Kemenkes RI Setiaji (kiri) dalam agenda Sosialisasi RUU Kesehatan di Jakarta, Jumat (31/3/2023). (MASAPNEWS/ANT)

Tangkapan layar - Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan Kemenkes RI Setiaji (kiri) dalam agenda Sosialisasi RUU Kesehatan di Jakarta, Jumat (31/3/2023). (MASAPNEWS/ANT)

28
SHARES
215
VIEWS






MASAPNEWS – Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan Kemenkes (Kemenkes) RI Setiaji mengemukakan sistem informasi kesehatan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan bertujuan untuk efisiensi biaya hingga keamanan pengguna.

“Sistem informasi kesehatan penting diatur dalam RUU Kesehatan. Dalam undang-undang sebelumnya, memang sudah diatur, tapi belum secara spesifik terkait integrasi, standarisasi, termasuk perlindungan data pribadi,” kata Setiaji dalam agenda Sosialisasi RUU Kesehatan di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan jumlah kunjungan pasien di seluruh fasyankes selama 2014–2021 meningkat sekitar 152 persen atau setara 233,1 juta orang. Kondisi itu membutuhkan tata kelola data secara digital untuk efisiensi pelayanan kesehatan.

Selain itu pengelolaan rekam medis pasien secara manual memerlukan biaya mencapai Rp2 miliar per tahun untuk pengadaan kertas yang dikeluarkan rumah sakit tipe C.

“Biaya tersebut belum termasuk beban tidak efisien pada tenaga kesehatan,” katanya.

Menurut Setiaji, petugas puskesmas atau rumah sakit perlu memasukkan informasi kesehatan ke dalam 60 hingga 70 sistem informasi per hari.

“Tata kelola pelayanan kesehatan di fasyankes saat ini menjadi tidak efisien. Data kesehatan pribadi yang tidak terintegrasi, tidak akurat dan memiliki interoperabilitas yang rendah akibat administrasi kesehatan yang tidak efisien,” katanya.

Tantangan lainnya, kata Setiaji, masyarakat tidak dapat memantau riwayat kesehatan pribadi karena rekam medis terpencar di berbagai pelayanan kesehatan yang pernah diakses.

Menurutnya, substansi transformasi sistem kesehatan dalam RUU Kesehatan adalah mendorong pemanfaatan teknologi dan sistem informasi kesehatan untuk mewujudkan efisiensi pelayanan kesehatan.

“Sasaran dan posisi pemerintah adalah mengintegrasikan sistem informasi kesehatan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan dan data kesehatan dirinya,” kata Setiaji.

Pemerintah juga menginginkan simplifikasi, integrasi, dan standarisasi sistem informasi, agar tenaga kesehatan dapat fokus pada pelayanan.

“Kami membangun kerja sama antara peneliti dan industri untuk menciptakan inovasi kesehatan, pemanfaatan bioteknologi, serta mengatur inovasi teknologi kesehatan,” katanya.

Setiaji mengatakan RUU Kesehatan mengatur sumber informasi sistem kesehatan berasal dari fasyankes, pemerintah, BPJS, instansi kesehatan, kegiatan masyarakat, hingga pelaporan mandiri.

Pihak penyelenggara sistem informasi kesehatan, menurut dia, adalah pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasyankes, dan masyarakat.

Terkait perlindungan data pengguna, kata dia, Kemenkes telah menjaring masukan masyarakat melalui rangkaian agenda public hearing.

“Bagaimana kami menjamin hak subjek data pribadi, kapan waktu disimpan, apakah boleh dihapus, bagaimana kondisi data itu bisa dihapus, dan bagaimana data itu tersedia setiap saat, dan dijamin keamanannya,” kata Setiaji. (ANT/MN-2)

Previous Post

Wamenkeu: Catatan transaksi janggal Menkeu sama dengan Menko Polhukam

Next Post

Dalam dua pekan, BRI salurkan KUR Rp3,280 miliar untuk 74 UKM di Kabupaten Gunung Mas

Related Posts

Acara grand opening Goffee dengan pemotongan pita oleh Owner Evandi dan istri bersama mitra kerja, di Palangka Raya, Kamis (15/5/2025). (IST)
Berita Daerah

Tempat Nongkrong Baru di Palangka Raya, Goffee Hadir 24 Jam untuk Para Pecinta Kopi

Mei 17, 2025
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti ditemui di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (25/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)
Gaya Hidup

Mendikdasmen umumkan UN model baru setelah ada aturan PPDB

Januari 25, 2025
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (MASAPNEWS/ANT/HO/Kementerian Kebudayaan)
Gaya Hidup

Menbud bentuk dewan pengawas untuk museum dan cagar budaya

Januari 25, 2025
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (lima dari kiri) saat menerima kunjungan dari ICMI membahas lansia produktif untuk menyambut bonus demografi di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Jumat (24/1/2025). (MASAPNEWS/ANT/HO-Kemendukbangga/BKKBN)
Gaya Hidup

Mendukbangga sebut lansia produktif bisa kurangi beban fiskal

Januari 24, 2025
Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj. (MASAPNEWS/ANT/Ho-Komnas Haji dan Umrah)
Gaya Hidup

Komnas Haji: Pelibatan KPK untuk pendampingan haji 2025 sudah tepat

Januari 24, 2025
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno (kedua kiri) ketika ditemui usai rapat koordinasi terkait Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Jakarta, Kamis (23/1/2025). (MASAPNEWS/ANT)
Gaya Hidup

Menko PMK: Kick-off Pemeriksaan Kesehatan Gratis secepatnya

Januari 23, 2025
Next Post
Kepala KCP BRI Kuala Kurun, Agoes S (tengah), bersama Kepala BRI Unit Kuala Kurun Kristianto TRA (kanan) dan Kepala BRI Unit Tewah Fick Siyo Erdianto. (GCM/MN-3)

Dalam dua pekan, BRI salurkan KUR Rp3,280 miliar untuk 74 UKM di Kabupaten Gunung Mas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

  • Tim Skyger Vertical Voyage Indonesia yang sempat dikabarkan hilang saat melakukan ekspedisi ditemukan selamat di wilayah Desa Harowu, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas, Jumat (27/8/2021). (Foto : Dokumentasi pribadi)

    Sempat dikabar hilang, Tim Ekspedisi Panjat Tebing Puruk Sandukui ditemukan selamat

    716 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Polres Gumas Amankan Tiga Tersangka Illegal Mining

    493 shares
    Share 197 Tweet 123
  • Berikut asal nama Tahura Lapak Jaru, satu-satunya tahura di Kalteng

    451 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Sejumlah warga Kalteng jadi korban investasi bodong hingga Rp2 miliar lebih

    391 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Berbalas Pantun Warnai Pembukaan Musda IV MD-AHK Kabupaten Gumas

    288 shares
    Share 115 Tweet 72
Masap News Portal Berita Online Terpercaya

Follow us on social media:

Informasi

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi
Info Pemasangan Iklan

Kategori

  • Barito Selatan
  • Barito Timur
  • Barito Utara
  • Berita Daerah
  • DPRD Kabupaten Gunung Mas
  • DPRD Kotawaringin Timur
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Gunung Mas
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kapuas
  • Katingan
  • Kotawaringin Barat
  • Kotawaringin Timur
  • Kriminal
  • Lamandau
  • Murung Raya
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Palangka Raya
  • Pariwisata
  • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
  • Politik
  • Pulang Pisau
  • Seruyan
  • Sukamara
  • Uncategorized
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.