MASAPNEWS – Bupati Gunung Mas, Jaya S Monong mengajak masyarakat di daerah setempat untuk berperan aktif dan ambil bagian dalam upaya menjaga serta melestarikan berbagai tradisi suku Dayak.
Salah satu tradisi suku Dayak yang dimaksud adalah harubuh manugal, ucapnya saat menghadiri kegiatan harubuh manugal di Desa Upon Batu Kecamatan Tewah, Selasa.
“Ini merupakan cerminan kehidupan suku Dayak yang harmonis, rukun dan saling membantu, serta saling bergotong royong dalam bekerja,” sambung orang nomor satu di lingkup Pemkab Gunung Mas ini.
Untuk diketahui, harubuh manugal adalah penanaman padi yang dilakukan secara bergotong royong. Tradisi ini populer dilakukan sekitar tahun 1960 hingga tahun 1990-an, di mana saat itu suku Dayak hanya mengenal sistem ladang berpindah yang diolah secara tradisional.
Harubuh manugal biasanya dilakukan oleh dua orang kepala keluarga dari kampung yang berbeda. Ciri khas dari tradisi ini adalah bergotong royong atau saling membantu, namun dibalas pada tahun berikutnya oleh kepala keluarga yang mengadakan harubuh manugal pada tahun sebelumnya kepada orang yang membantu.
Jaya menyebut, kegiatan harubuh manugal di Upon Batu ini diprakarsai oleh Pemkab Gunung Mas melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Ke depan masyarakat diharap dapat melestarikan dan meneruskan kegiatan ini agar menjadi kegiatan tahunan. (GCM/MN-3)









