MASAPNEWS – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Satuan Tugas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Dinas Kesehatan resmi menyerahkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Presisi Polres Gunung Mas, Selasa (2/6/2026).
Dapur sehat yang berlokasi di Desa Tumbang Empas, Kecamatan Mihing Raya ini dinyatakan telah memenuhi standar kesehatan nasional dalam menyajikan makanan bermutu tinggi bagi ribuan penerima manfaat.
Pencapaian ini bukan yang pertama. Sebelumnya, SPPG Kemala Presisi II Polres Gunung Mas yang beroperasi di wilayah Kuala Kurun telah lebih dahulu meraih SLHS pada 17 Desember 2025.
Artinya, seluruh dapur MBG binaan Polres Gunung Mas kini resmi berstatus laik higiene sanitasi.
Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas, Heriyanto, S.K.M., M.M., dan diterima oleh Kepala Bagian Operasional Polres Gunung Mas sekaligus Kasatgas MBG, AKP Nurheriyanto Hidayat, S.H., M.Si.
Program MBG yang dikawal Polres Gunung Mas ini menjangkau sebanyak 2.153 penerima manfaat di Kecamatan Mihing Raya dan sekitarnya, serta 2.112 penerima manfaat di Kecamatan Kurun dan sekitarnya.
Mewakili Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K., M.H., AKP Nurheriyanto menyampaikan apresiasinya atas pengakuan formal ini.
“Sertifikat ini menjadi suntikan motivasi bagi kami untuk terus menjaga konsistensi mutu pangan. Polres Gunung Mas siap mengawal penuh program Makan Bergizi Gratis agar berjalan higienis, aman, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan serta pertumbuhan generasi penerus di daerah ini,” tegasnya, Kamis (4/6).
Pihak Dinas Kesehatan turut menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan pilar utama yang tidak boleh diabaikan.
Seluruh menu makanan wajib dipastikan aman dikonsumsi, bebas dari kontaminasi bakteri maupun zat berbahaya di sepanjang rantai produksi.Untuk memperoleh SLHS, setiap SPPG wajib melengkapi sejumlah persyaratan, antara lain surat permohonan resmi, dokumen legalitas dari Badan Gizi Nasional (BGN), denah dapur, serta sertifikat kursus keamanan pangan bagi seluruh tenaga penjamah makanan.
Tim verifikator dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat kemudian melakukan inspeksi langsung ke lapangan sebelum sertifikat diterbitkan.
Seluruh proses, mulai pengajuan hingga penerbitan SLHS, diselesaikan dalam 14 hari kerja, mencerminkan komitmen Kabupaten Gunung Mas dalam mendukung percepatan program gizi nasional yang bersih, sehat, dan tepercaya. (IST)








