MASAPNEWS – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas terus memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan melalui berbagai program, mulai dari bantuan sosial hingga pengendalian harga pangan. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas, Richard, dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Kalimantan Tengah Semester I Tahun 2026 di Aula Lantai I Sekretariat Daerah Kabupaten Gunung Mas, Jumat (4/9/2026).
Dalam paparannya, Richard didampingi Asisten I Setda Gunung Mas Ruby Haris dan Kepala Bapperida Yantrio Aulia. Ia memaparkan kondisi kemiskinan, realisasi anggaran, kendala di lapangan, serta sejumlah langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah.
Kabupaten Gunung Mas memiliki 12 kecamatan, 13 kelurahan, dan 114 desa dengan jumlah penduduk sekitar 148,23 ribu jiwa. Tingkat kemiskinan tercatat 5,48 persen, sementara tingkat pengangguran sebesar 3,31 persen.
Untuk mendukung program penanggulangan kemiskinan, Pemkab Gunung Mas mengalokasikan anggaran sebesar Rp173,236 miliar. Hingga saat ini, realisasinya mencapai sekitar Rp106,997 miliar yang tersebar di sejumlah perangkat daerah.
Namun, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya keterlambatan penetapan APBDes yang berdampak pada penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), belum optimalnya verifikasi dan validasi data kemiskinan di tingkat desa dan kelurahan, serta kondisi geografis yang turut memengaruhi harga kebutuhan masyarakat.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah menjalankan berbagai program, seperti Gerakan Pangan Murah, Pasar Murah, bedah rumah, bantuan sosial, pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), serta Sekolah Rakyat.
Pemkab juga mengembangkan kebun penyangga dan kolam ikan penyangga inflasi, serta menyediakan daging dan telur. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu menjaga ketersediaan pangan, mengendalikan harga, dan memperkuat daya beli masyarakat. (IST)









