MASAPNEWS – Iseskar, mantan kepala sekolah dan guru SDN 2 Tumbang Jutuh, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, terkejut melihat perubahan fisik muridnya yang kini menjadi anggota Polri.
Murid yang dahulu bertubuh kecil dan kurus itu kini telah tumbuh menjadi pria dewasa dengan tubuh jauh lebih besar dan tinggi dibandingkan dirinya.
Pertemuan pertama setelah sang murid menjadi polisi terjadi di Mapolres Gunung Mas beberapa waktu lalu, ketika Iseskar sedang berada di kantor kepolisian tersebut untuk suatu keperluan.
Saat itu, seorang anggota Polri menyapanya dan bertanya, “Bapak ingat saya?”
Iseskar kemudian menanyakan identitas anggota polisi tersebut.Sang polisi memperkenalkan diri sebagai Rizky, muridnya ketika bersekolah di SDN 2 Tumbang Jutuh.
Setelah mengetahui identitasnya, Iseskar mulai mengingat sosok muridnya dan menyadari betapa banyak perubahan fisik yang dialaminya sejak duduk di bangku sekolah dasar.
“Dulu dia kecil kurus, tapi sekarang jauh lebih besar dan tinggi dari gurunya,” ujar Iseskar saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (15/10/2026).
Rizky kini bertugas di Polres Gunung Mas.Meski telah menjadi anggota Polri, ia tetap mengenali dan menyapa gurunya lebih dulu, hal yang membuat Iseskar terharu.
Pertemuan kedua terjadi beberapa waktu kemudian dalam suatu kegiatan di Kecamatan Rungan.
Momen itulah yang diabadikan dalam foto dan diunggah Iseskar ke Facebook.
Dalam unggahannya, Iseskar mengungkapkan ikut bahagia atas kesuksesan muridnya sekaligus rasa syukur karena tetap diingat oleh muridnya.
Unggahan tersebut mendapat tanggapan positif dari warganet yang memuji sikap sang murid karena tetap mengingat gurunya meskipun telah meraih keberhasilan.
Iseskar sendiri kini menjabat Kepala Desa Tumbang Malahoi, Kecamatan Rungan, setelah menyelesaikan pengabdiannya sebagai pendidik.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa hubungan guru dan murid dapat meninggalkan kenangan yang bertahan hingga dewasa.
Bagi seorang guru, melihat mantan anak didiknya tumbuh dan menempuh jalan pengabdian menjadi kebanggaan tersendiri. (gcm/mn-3)








