MASAPNEWS – Bupati Gunung Mas (Gumas), Jaya S Monong mengatakan anak tidak hanya sekedar menjadi objek penikmat pembangunan, tetapi juga sebagai subjek pembangunan dengan perannya sebagai 2P yakni pelopor dan pelapor.
“Ke depan kita perlu bergandengan tangan lebih erat lagi untuk menyelesaikan berbagai isu yang ada di sekitar dengan menguatkan peran Forum Anak sebagai 2P sekaligus Duta Anak,” ucapnya saat membuka sosialisasi dan advokasi pembentukan Forum Anak Daerah tingkat kecamatan, di Kuala Kurun, Kamis.
Kegiatan ini sangat strategis dalam upaya mengoptimalkan peran Forum Anak menuju Indonesia Layak Anak (IDOLA) pada 2030 mendatang. Anak-anak akan ditingkatkan kapasitas, pemahaman, pengetahuan, kesadaran dan perannya sebagai pelopor.
Anak-anak diharapkan dapat memulai aksi atau kontribusi positif dan sebagai agen perubahan di tingkat daerah masing-masing, guna mengatasi berbagai permasalahan anak yang terjadi di wilayahnya.
Sebagai pelapor, anak-anak diharapkan dapat melaporkan segala hal yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak. Peran pemerintah, seluruh lapisan masyarakat dan dunia usaha diperlukan untuk terus bahu membahu, memperkuat peran Forum Anak tersebut. karena anak adalah investasi di masa depan.
“Pertemuan hari ini merupakan kesempatan dan momentum yang baik bagi kita untuk bersama-sama melakukan pembahasan, guna memberikan pemahaman yang benar dan aturan yang jelas yang bisa dimengerti, dipahami kita bersama tentang perlindungan dan pemenuhan hak anak,” paparnya.
Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama dalam mendukung pembentukan Forum Anak dan langkah-langkah pengembangan Forum Anak Daerah tingkat kecamatan, yang dilakukan oleh para camat.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Maria Efianti mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan pembentukan Forum Anak Daerah tingkat kecamatan, serta mendukung program kerja pemerintah terkait pemenuhan hak anak.
“Peserta kegiatan berjumlah 30 orang yakni perwakilan perangkat daerah, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, TP PKK, DWP, GOW, PWKI, camat, lurah, kepala desa, serta kepala SMA, SMP dan SD di Gumas,” tandasnya. (GCM/MN-2)









