MASAPNEWS – Bupati Gunung Mas (Gumas), Jaya S Monong menegur keras perusahaan besar swasta (PBS) yang masih bandel melakukan aktivitas pengangkutan hasil produksi dengan melintasi ruas jalan Palangka Raya-Kuala Kurun di wilayah setempat.
“Kemarin saya lihat masih ada truk angkutan dari pihak PBS yang bandel, yang melintas di ruas jalan Palangka Raya-Kuala Kurun di wilayah Gumas,” ujarnya kepada awak media di Kuala Kurun, Senin (17/1/2022).
Saat pemantauan di Desa Pematang Limau Kecamatan Sepang yang dilakukan pada Minggu (16/1/2022), Bupati dan rombongan melihat ada sejumlah truk angkutan PBS yang masih saja melintas di ruas jalan Palangka Raya-Kuala Kurun di wilayah Gumas.
Truk angkutan PBS yang masih bandel yang terpantau saat itu yakni dari sektor kehutanan. Beberapa truk tersebut diminta untuk kembali pulang, sedangkan yang sudah terlanjur membawa muatan diminta untuk membongkar muatan di tempat.
Dia mengingatkan kepada truk angkutan PBS agar tidak dulu melintas di ruas jalan Palangka Raya-Kuala Kurun di wilayah Gumas, sampai upaya perbaikan jalan selesai dilakukan, supaya perbaikan dapat berjalan maksimal.
Bupati bersama Kapolres Gumas juga akan memperkuat fungsi pos pantau terpadu yang beranggotakan Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perhubungan (DLHKP) kabupaten setempat, anggota kepolisian, dan lainnya.
Orang nomor satu di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau ini menjelaskan, pos pantau terpadu yang sebelumnya didirikan di sembilan titik saat ini diefisienkan hanya di empat titik.
“Empat titik tersebut yakni di Pematang Limau, Desa Dahian Tambuk Kecamatan Mihing Raya,Desa Teluk Nyatu dan Kurun seberang tepatnya di pertigaan PalangkaRaya-Kurun-Sei Hanyo kedua-duanya di Kecamatan Kurun,” bebernya.
Di sisi lain, dia menjelaskan bahwa upaya perbaikan ruas jalan Palangka Raya – Kuala Kurun di wilayah Gumas terus berjalan, walau sejauh ini baru satu sektor yang berkontribusi yakni pertambangan.
Kepada sektor perkebunan dan kehutanan diingatkan agar turut berkontribusi dalam upaya perbaikan ruas jalan Palangka Raya-Kuala Kurun di wilayah Gumas, karena jika enggan berkontribusi maka mereka tidak diperkenankan melintas di ruas jalan tersebut.
“Kalau mereka tidak ada perhatian, saya akan berkoordinasi dengan provinsi dan pusat. Dari situ akan dilakukan langkah-langkah selanjutnya. Kalau saya selaku Bupati Gumas akan merekomendasikan agar perizinannya ditinjau kembali bahkan kalau bisa dicabut saja,” imbuhnya.
Lebih lanjut, masyarakat Gumas mendukung penuh kehadiran pihak-pihak yang berinvestasi di daerah setempat. Namun investor juga diminta untuk memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah. (GCM/MN-2)










Comments 1