MASAPNEWS – Anggota DPR RI Willy Midel Yoseph menegaskan, ketika ada masyarakat menyampaikan aspirasi dalam unjuk rasa mengenai jalan yang ada sekarang ini, dan dinyatakan sudah normatif, tentunya pemerintah maupun aparat harus menanggapinya.
“Saya ingin permasalahan yang dihadapi ini jangan sampai berlarut-larut. Para PBS harus bisa memikirkan jalan sendiri dan membuat jalan khsusus untuk mengangkut hasil produksinya,” ujar Willy saat di wawancarai sejumlah wartawan dalam kunker peseorangan di Kuala Kurun, Kamis (21/7/2022).
Menurutnya, jangan sampai jalan umum itu dilewati setiap hari, karena kekuatan beban jalan itu terbatas. Jadi PBS harus memperhatikan hal itu, dan jangan sampai angkutan tersebut melebihi dari kapasitas. Terutama truk angkutan batu bara, kelapa sawit, dan hasil hutan (kayu).
Dari aspirasi yang disampaikan sekelompok masyarakat harus disikapi bersama, baik pemerintah maupun aparat. Karena mereka ingin melakukan atas apa yang dirasakan. Dan orang yang punya barang, janganlah sampai terjadi berlebihan.
Menurut Willy, akibat dari rasa ketidaknyamanan dan ketidakpuasan dari sekelompok masyarakat ini merupakan hal yang wajar. Oleh karena itu agar para pengusaha dalam mengangkut hasil produksinya harus mempunyai norma-norma aturan.
Daya tampung jalan itu terbatas. Dan tidak mampu untuk melakukan angkutan yang berat. Angkutan truk dengan badan lebar dan ban lebih dari 10 akan membawa risiko membahayakan. Karena kendaraan umum lebih bayak melintasi jalan itu pada siang hari.
Dia meminta, perusahaan batu bara, kelapa sawit, dan hasil hutan di Gumas seyogyanya dapat membuat jalan khusus untuk melangsungkan kegiatannya masing-masing. Dan jangan sampai menggunakan jalan umum, karena ini ada aturan perundangannya.
“Kita ingin ruas jalan semua dalam kondisi mantap, sehingga masyarakat sebagai pengguna jalan dapat merasakan manfaatnya. Perlu kerjasama yang baik antara seluruh pemangku kepentingan, terutama bagi kalangan dunia usaha agar tidak menggunakan jalan umum untuk angkutan kegiatannya,” harap Willy.
Sementara itu, Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia LP Umbing mengajak seluruh pihak bersama-sama mencari solusi terkait permasalah ini, sehingga semua bisa berjalan dengan baik.
“Aspirasi ini kami titipkan ke Pak Willy supaya bisa disampaikan kepada pemerintah pusat. Kami tidak ingin permasalahan ini menimbulkan kericuhan dan perselisihan di masyarakat,” tukasnya. (HY/MN-2)









