MASAPNEWS – Legislator Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Evandi menyebut kerusakan ruas jalan Tewah-Tumbang Miri disebabkan oleh banyaknya mobil truk bertonase tinggi yang terus beraktivitas melintasi ruas jalan tersebut.
“Saya sangat prihatin, karena yang menjadi faktor paling mempengaruhi jalan rusak itu akibat beban muatan truk melebihi tonase dalam mengangkut hasil produksinya,” ujar Evandi kepada wartawan di Kuala Kurun, Senin.
Dia menyebut, perbaikan jalan Tewah-Tumbang Miri pernah dianggarkan sekitar Rp80 Miliar pada empat tahun lalu. Pada waktu itu tak sampai satu tahun, setelah tiga bulan terjadi kerusakan karena sering dilewati truk perusahaan besar swasta mengangkut hasil produksinya.
Bahkan sampai saat ini masih dilalui oleh mobil truk PBS yang aktif, sehingga jalan itu semakin parah kerusakannya. Sementara di tahun 2023 mendatang jalan Tewah-Tumbang Miri kembali dianggarkan sekitar Rp20 Miliar untuk perbaikan.
Jika pemerintah daerah tidak dapat mengatur pembatasan mobil truk PBS yang bertonase tinggi, maka anggaran Rp20 Miliar itu diyakini akan hilang percuma. Ruas jalan Tewah-Tumbang Miri ini adalah satu-satunya akses jalan masyarakat.
“Saya berharap kepada PBS yang berinvestasi di Gumas ini agar ikut andil dalam perbaikan jalan. Pemiliharaan secara berkelanjutan harus sesuai dengan standar Dinas Pekerjaan Umum, serta berkoordinasi kepada pemda,” tutup Evandi. (HY/MN-2)









