MASAPNEWS – Sekretaris Fraksi Gerakan Nasional (Gernas) DPRD Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah Rayaniatie Djangkan meminta Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) setempat untuk melakukan inventarisasi secara detail terhadap sarana dan prasarana pendidikan yang mengalami kerusakan berat.
“Di lapangan saya menemukan masih ada fasilitas pendidikan di sejumlah wilayah Gumas yang mengalami kerusakan berat,” ucapnya saat dihubungi awak media dari Kuala Kurun, Kamis, 20 November 2025.
Politisi PAN ini menyebut, data yang akurat dan menyeluruh terkait sarpras pendidikan sangat diperlukan, sebagai dasar penganggaran maupun penyusunan kebijakan pembangunan bidang pendidikan ke depan.
“Saya berharap Disdikpora Gumas dapat turun langsung melakukan pendataan yang detail di lapangan. Sarpras yang rusak berat, harus segera diidentifikasi. Ini menyangkut kenyamanan, keselamatan, dan kualitas belajar peserta didik,” ucapnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada tenaga pendidik, tetapi juga ketersediaan fasilitas yang memadai. Langkah inventarisasi menjadi penting agar kebutuhan perbaikan maupun pembangunan dapat direncanakan secara tepat.
Rayaniatie berharap melalui pendataan yang komprehensif, pemerintah daerah dapat lebih cepat menangani permasalahan sarpras pendidikan sehingga tujuan besar program unggulan kepala daerah yakni Tambun Bungai Cerdas dapat terwujud.
Terpisah, Bupati Gumas Jaya S Monong melalui Sekretaris Daerah Richard menyampaikan, Disdikpora melalui Seksi Sarpras SD dan SMP telah melakukan pendataan rehab sekolah pada 12 kecamatan, yang berjumlah 98 volume yang rusak berat.
Keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah tidak bisa sekaligus melakukan rehab total, tetapi membagi lokasi berdasarkan tingkat kerusakan yang parah dan perlu penanganan cepat, salah satunya meliputi lantai yang rusak yang berbahaya bagi siswa.
“Sarpras sekolah selalu menjadi prioritas, namun tetap terbatas di pembiayaan. Pemda melalui dinas terkait melakukan usulan melalui Dapodik, sehingga berharap bisa mendapatkan pendanaan dari Kemendikdasmen melalui Program Revitalisasi Sekolah,” demikian Richard. (IST)









