MASAPNEWS – Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Rayaniatie Djangkan, mengimbau masyarakat untuk mulai meninggalkan budaya “petik” atau pola hidup yang hanya mengandalkan hasil alam secara langsung tanpa proses budidaya yang berkelanjutan.
Menurutnya, budaya tersebut sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman dan tidak mampu menjamin kebutuhan hidup masyarakat dalam jangka panjang.
Rayaniatie mengatakan, masyarakat Gumas memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan. Namun sebagian warga masih bertumpu pada cara-cara tradisional yang bergantung pada ketersediaan alam, bukan pada proses produksi yang terencana.
“Budaya petik harus mulai ditinggalkan. Kita tidak bisa terus bergantung pada apa yang ada di alam. Jika tidak dibudidayakan, hasilnya akan semakin sedikit dan tidak menjamin kesejahteraan,” ujarnya, 3 Oktober 2025.
Ia menjelaskan bahwa paradigma baru yang perlu diterapkan masyarakat adalah beralih dari pola ‘mengambil dari alam’ menjadi ‘menghasilkan dari budidaya’. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menikmati hasil lebih banyak, tetapi juga dapat meningkatkan pendapatan melalui pengelolaan jangka panjang.
Menurutnya, pemerintah daerah sudah menyediakan berbagai program pendampingan dan bantuan untuk mendukung masyarakat yang ingin memulai aktivitas produksi, baik di bidang pertanian maupun perkebunan. Mulai dari penyediaan bibit, pupuk, pelatihan, hingga peralatan sederhana. Namun keberhasilan program sangat bergantung pada kemauan masyarakat untuk berubah.
“Pemerintah sudah memberikan banyak dukungan, tetapi hasilnya tidak akan maksimal kalau masyarakat tidak ikut bergerak. Perubahan pola pikir itu sangat penting,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan perlunya edukasi berkelanjutan bagi generasi muda agar mereka tidak terjebak pada pola hidup lama yang kurang produktif. Menurutnya, generasi muda harus didorong untuk menjadi pelaku ekonomi kreatif dan sektor primer yang modern.
“Kita harus ajarkan anak-anak muda untuk menanam, memelihara, dan mengelola. Itu jauh lebih menguntungkan dibanding hanya mengumpulkan hasil alam yang jumlahnya makin terbatas,” tambahnya.
Rayaniatie berharap, melalui perubahan cara pandang dan peningkatan kesadaran masyarakat, Kabupaten Gunung Mas dapat menjadi daerah yang kuat dalam produksi pangan dan komoditas unggulan. Dengan begitu, kesejahteraan warga bisa meningkat dan ketergantungan pada hasil alam semata dapat dikurangi.
“Jika kita ingin maju, kita harus berubah. Meninggalkan budaya petik bukan berarti meninggalkan tradisi, tetapi beradaptasi agar lebih sejahtera,” tutupnya. (IST)









