MASAPNEWS – Ketua DPRD Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah Binartha mengajak seluruh pihak untuk menyukseskan pelaksanaan Tiwah massal di Desa Rangan Tate, Kecamatan Mihing Raya.
“Kita semua tanpa terkecuali hendaknya mendukung pelaksanaan Tiwah massal, sebagai wujud saling menghormati antarumat beragama,” ucap politisi Partai Golkar itu saat dihubungi dari Kuala Kurun, Rabu, 29 Oktober 2025.
Diketahui, Tiwah adalah upacara kematian dalam agama Hindu Kaharingan yang dilakukan suku Dayak Ngaju dan sub suku Dayak lainnya di Kalteng. Ritual ini bertujuan mengantarkan jiwa atau ruh manusia yang telah meninggal menuju tempat yang kekal abadi.
Ritual Tiwah diberlakukan kepada orang atau anggota keluarga yang telah lama meninggal dan sudah dikubur lama, karena ritual ini membutuhkan tulang belulang dari orang yang telah meninggal. Tulang belulang tersebut kemudian akan diletakkan ke dalam sandung.
Dalam pelaksanaannya, sambung pria yang akrab disapa Obin ini, Tiwah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik dalam maupun luar negeri.
Namun yang harus diingat, ada sejumlah pantangan yang hendaknya ditaati oleh siapa saja yang ingin melihat Tiwah massal. Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat untuk menaati berbagai pantangan tersebut.
“Itu salah satu cara kita dalam menyukseskan pelaksanaan Tiwah massal,” kata wakil rakyat dari daerah pemilihan II, yang meliputi Kecamatan Rungan Hulu, Rungan, Rungan Barat, Manuhing, dan Manuhing Raya ini.
Di sisi lain, Pemerintah Daerah Gumas mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan, termasuk Tiwah massal di Rangan Tate. Dukungan yang diberikan senilai Rp81 juta, untuk membiayai kebutuhan pembayaran ‘laluh basir’, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan adat yang sakral.
“Semoga dengan adanya bantuan ini pelaksanaan Tiwah massal di Rangan Tate dapat berjalan lancar,” kata pria kelahiran Kelurahan Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing itu. (ist)









