MASAPNEWS – Tim Satuan
Tugas Penanganan COVID-19 Kalimantan Tengah menyampaikan sejumlah poin penting
dalam evaluasi penanganan status keadaan darurat pandemi COVID-19.
Salah satunya yakni Laboratorium BSL-2 pengujian spesimen COVID-19 di Kalteng
ada sebanyak tujuh unit, yakni lima unit di Palangka Raya, satu unit di
Kotawaringin Timur dan satu unit di Kotawaringin Barat, kata Ketua Pelaksana
Harian Satgas Darliansjah di Palangka Raya, Senin.
“Khusus untuk wilayah DAS Barito belum ada laboratorium pengujian spesimen
COVID-19,” katanya dalam rapat evaluasi penanganan status keadaan darurat
bencana pandemi COVID-19 di wilayah Kalteng.
Wakil Ketua Pelaksana Harian Satgas Suyuti Syamsul mengatakan, jika melihat
kondisi tersebut, maka pihaknya cenderung memprioritaskan pengadaan alat PCR
untuk DAS Barito.
“Kami cenderung ke DAS Barito dulu, mengingat selama ini antrean sampel
yang harus diperiksa di Palangka Raya cukup banyak dan memakan waktu,”
terangnya.
Namun demikian pihaknya juga tetap mengakomodir usulan dari Pemerintah
Kabupaten Kotawaringin Barat yang mengharapkan adanya penambahan alat PCR
disana.
Pemkab Kobar mengharapkan bantuan berupa penambahan alat PCR, sebab saat ini
kumulatif kasus COVID-19 tertinggi di wilayah Kalteng adalah di Kobar.
“Tentu pemerintah memikirkan itu dan kami pun terus berusaha menyampaikan
kebutuhan tersebut kepada pemerintah pusat,” jelasnya yang juga menjabat
Kepala Dinas Kesehatan Kalteng tersebut.
Suyuti menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan semua pihak, baik
pemerintah pusat maupun kabupaten dan kota guna mengoptimalkan penanganan
COVID-19.
Hanya saja ia menegaskan, tidak mungkin menggeser alat PCR yang berada di
Palangka Raya, sebab saat ini umumnya sampel pemeriksaan pasien dari berbagai
kabupaten dikirimkan ke Palangka raya dan jumlahnya cukup banyak. (ANT/MN-3)









