MASAPNEWS – Sejumlah inovasi terbaik dari berbagai perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dinobatkan sebagai pemenang dalam ajang Lomba Inovasi Daerah tingkat kabupaten 2026.
Bupati Jaya S Monong melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Yantrio Aulia, saat dihubungi dari Kuala Kurun, Rabu, mengatakan pemenang dalam lomba yang digelar Kamis (23/7) itu dibagi menjadi dua kategori yakni Penerapan Inovasi dan Ide Inovasi.
“Pada Kategori Penerapan Inovasi, Juara I diraih Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) lewat inovasi Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) ‘Sinergi Juara’,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, inovasi UPPKA Sinergi Juara adalah akselerasi usaha peningkatan pendapatan keluarga akseptor melalui kerja sama pemberdayaan ekonomi keluarga.
Juara II diraih Dinas Kesehatan lewat inovasi KESAH-DUMAH, Keluarga Sadar Sampah Mulai dari Rumah, yang mengoptimalkan pengelolaan sampah rumah tangga melalui edukasi berbasis digital.
Masih dari Dinas Kesehatan, Juara III diraih inovasi JEMPOL PKG atau Jemput Bola Pemeriksaan Kesehatan Gratis, yang meningkatkan capaian pemeriksaan kesehatan gratis melalui metode jemput bola di kabupaten setempat.
Adapun Harapan I diraih Badan Kesatuan Bangsa dan Politik lewat inovasi Strategi Pembinaan dan Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan di Kabupaten Gunung Mas, yang memperkuat tata kelola ormas.
Di posisi Harapan II, capaian tersebut diraih Sekretariat Daerah lewat inovasi Si Petai Gunung Mas, sistem informasi pemetaan tanah instansi yang mendukung pengelolaan aset dan lahan milik pemerintah daerah setempat.
Sedangkan Harapan III diraih Dinas Perindustrian dan Perdagangan lewat inovasi Si-WADI atau Sistem Pengawasan Digital, yang dirancang untuk memperkuat transparansi pengawasan di lingkup Pemkab Gumas.
Pada Kategori Ide Inovasi, Juara I diraih Sekretariat Daerah lewat inovasi PERSADA GUMAS, yang berfokus pada percepatan kerja sama daerah Gunung Mas dengan berbagai pihak.
Juara II diraih Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perhubungan (DLHKP) lewat inovasi KAHAYAN, transformasi tata kelola terpadu pengendalian kebakaran hutan, lahan, dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berbasis kecerdasan artifisial atau AI.
Di kategori yang sama, Juara III diraih DP2KBP3A lewat inovasi Sekolah Aman Hadapi Kekerasan Anak Berbasis Teknologi Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak atau SAHABAT SIMFONI, yang memperkuat sistem pelaporan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Harapan I diraih Inspektorat Daerah lewat inovasi SIMANTUL HaPe atau Sistem Monitoring Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Audit Reguler, yang dirancang untuk mempercepat pemantauan tindak lanjut hasil audit di Gumas.
Untuk Harapan II, capaian tersebut diraih Dinas Perpustakaan dan Kearsipan lewat inovasi GUSAR atau Gunung Mas Sadar Arsip, yang mendorong tertib kearsipan di lingkungan perangkat daerah setempat.
Terakhir, Harapan III diraih DLHKP lewat inovasi Mata Rimba Gumas, yang memperkuat pengawasan dan pemantauan kawasan hutan di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau.
Penjurian dilakukan oleh tim penilai yang terdiri atas Widyaiswara Ahli Utama pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalteng Stepanus, dosen dan akademisi Universitas Palangka Raya Indrawan P Kamis, serta Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Kalteng Betri Susilawati.
“Semoga lomba ini menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan aparatur sipil negara, meningkatkan kinerja pemerintah daerah, sekaligus menjadi persiapan menuju penilaian Innovative Government Award,” demikian Yantrio. (IST)








