MASAPNEWS – Pelaksana
Tugas Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang mengungkapkan dua penghargaan
Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang diterima Kabupaten Pulang Pisau
dalam kegiatan penyerahan DIPA Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2021, salah
satunya adalah sebagai pemerintah daerah dengan kinerja terbaik dalam
penyaluran dana desa (DD) Tahun 2020.
“Satu lagi penghargaan yang diterima adalah opini Wajar Tanpa Pengecualian
(WTP) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2019, sehingga
Kabupaten Pulang Pisau berhasil mempertahankan predikat WTP sebanyak lima kali
berturut-turut,” kata Pudjirustaty di Pulang Pisau, Jumat.
Dikatakan Pudjirustaty, Kementerian Keuangan RI memberikan piagam penghargaan
kepada pemerintah setempat atas keberhasilan menduduki peringkat kedua dari
tiga kabupaten terbaik dalam kategori pemerintah daerah yang mengelola di bawah
100 desa.
Menurutnya, puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, harus dipanjatkan oleh
pemerintah dan juga masyarakat karena mampu mempertahankan keberhasilan yang
telah diraih.
Pudjirustaty mengungkapkan, atas apa yang diperoleh merupakan hasil dari kerja
keras tim penyusun LKPD yang bekerjasama dengan seluruh Satuan Organisasi
Perangkat Daerah (SOPD) di lingkungan pemerintah setempat. Selain itu tidak
terlepas juga dari arahan dan bimbingan dari tim auditor Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK) RI. “Prestasi ini harus bisa kita pertahankan kedepan,” ucap
dia.
Dijelaskan Pudjirustaty, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau pertama kali
memperoleh opini WTP pada LKPD tahun 2015. Hingga Tahun 2020, dengan komitmen
dari seluruh jajaran di lingkungan pemerintah setempat, opini WTP kembali bisa
dipertahankan di bawah kepemimpinan Edy Pratowo-Pudjirustaty Narang.
Pemerintah setempat juga menjadi salah satu kabupaten yang berhasil
mempertahankan opini WTP sebanyak lima kali berturut-turut.
Hasil ini juga disambut baik oleh Pelaksana Tugas Gubernur Kalimantan Tengah
Habib Ismail bin Yahya dalam kegiatan penyerahan DIPA yang dihadiri unsur Forum
Koordinasi Pimpinan Daerah setempat.
Pudjirustaty dalam kesempatan itu mengingatkan agar jajaran di pemerintahan
selalu mematuhi protokol kesehatan agar tidak muncul kluster perkantoran baru.
Melalui penguatan 3 M, yakni mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak.
(ANT/MN-3)









