MASAPNEWS – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, Handoyo J Wibowo mengingatkan pengusaha angkutan minyak kelapa sawit atau “crude palm oil” (CPO) di kabupaten itu agar selektif dalam memilih sopir.
“Mereka harus selektif dalam memilih sopir yang mengoperasikan truk angkutan CPO mereka, agar tidak sampai terjadi masalah,” ujarnya di Sampit, Selasa (27/4/2021).
Jika sampai terjadi kecelakaan hingga menyebabkan CPO tumpah, truk menjadi rusak atau bahkan menimbulkan korban, maka pengusaha juga akan rugi dan mendapatkan masalah. Untuk itu pengusaha juga harus memantau kinerja sopir dan terus mengingatkan agar mereka tertib dan tidak ugal-ugalan di jalan raya.
Pengusaha berhak menegur atau bahkan memberhentikan sopir yang dinilai berperilaku tidak baik. Selain untuk mencegah terjadinya hal tidak diinginkan, ketegasan itu juga agar perusahaan tidak terlibat masalah akibat ulah sopir yang tidak tertib di jalan raya.
“Sudah seharusnya pengusaha juga mengawasi kinerja sopir-sopir mereka. Kalau ada masalah, perusahaan kan otomatis juga ikut repot untuk mengurusnya. Hal terpenting adalah ini demi menjaga keselamatan semua pengendara,” tandas Handoyo.
Terkait kebijakan larangan truk dan angkutan berat masuk ke dalam kota, Handoyo meminta pengawasannya dilakukan secara konsisten. Jika tidak diawasi maka rawan angkutan melebihi kapasitas dan melebihi dimensi itu masuk melintasi jalan dalam kota, khususnya saat malam hari. (ANT/MN-3)








