MASAPNEWS – Legislator Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Riskon Fabiansyah mengatakan bahwa tanggung jawab pembangunan bukan hanya ada di tangan pemerintah daerah, tetapi juga menuntut andil perusahaan besar swasta (PBS) yang berinvestasi di wilayah itu.
Oleh sebab itu, dia berharap PBS dapat berperan dalam pembangunan, salah satunya melalui corporate social responsibility (CSR), kata Riskon, di Sampit, Rabu (9/6/2021).
“Peran CSR sangat diharapkan, apalagi di tengah krisis anggaran akibat rasionalisasi atau “refocusing” anggaran untuk penanganan COVID-19,” ucap politisi muda Partai Golkar ini.
Langkah memaksimalkan keterlibatan pihak ketiga bisa jadi alternatif solusi dengan memperhatikan faktor kepatutan dan kewajaran mengenai besaran CSR yang dikeluarkan oleh setiap perusahaan besar swasta.
Diakuinya, salah satu kendala untuk merealisasikan ide ini adalah dari sisi penghitungan besaran keuntungan atau laba dari setiap perusahaan sebagai dasar menghitung besaran CSR.
Solusinya adalah pemerintah daerah bisa mengkomunikasikan dengan KPPN, Bea Cukai dan KSOP di wilayah setempat sebagai bahan acuan menghitung nilai pajak yang dibayarkan pihak perusahaan untuk mengirim hasil produksi perusahaan keluar wilayah Kotawaringin Timur.
Riskon menilai, langkah ini juga tergantung “political will” dari kepala daerah yang baru saat ini. Terobosan kepala daerah sangat menentukan konsep ini bisa berjalan di tengah minimnya pendapatan asli daerah atau PAD.
Melihat latar belakang Bupati Halikinnor yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah serta pernah menjabat Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan, Riskon yakin bupati sangat mampu mewujudkan harapan ini untuk mempercepat akselerasi pembangunan di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Riskon menambahkan, tahun 2022 adalah tahun awal penyusunan program pembangunan yang murni dari pemerintahan yang baru yaitu Bupati Halikinnoor dan Wakil Bupati Irawati.
“Harapannya, ini menjadi titik tolak untuk mewujudkan visi beliau mewujudkan Kabupaten Kotawaringin Timur yang mandiri, maju dan sejahtera bisa terealisasi dengan mengajak partisipasi pihak ketiga yang berinvestasi di daerah ini,” demikian Riskon Fabiansyah. (ANT/MN-3)








