MASAPNEWS – Mengawali tahun 2022, Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya (FK UPR) berhasil mengantarkan 18 mahasiswa profesi dokter lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) Periode Februari 2022. Istimewanya, 18 mahasiswa yang pertama kali ikut ujian ini lulus 100 persen.
“Saya merasa bangga dan senang atas kelulusan 100 persen mahasiswa FK UPR dalam ujian profesi pertama. Hal ini menjadi barometer bahwa Fakultas Kedokteran UPR sangat mampu bersaing dengan standar mutu nasional. UPR Jaya Raya,” kata Andrie Elia yang juga Ketua KAGAMA Kalteng di Palangkaraya, Selasa (22/3/2022).
Sejak menjabat sebagai Rektor tahun 2018 sampai saat ini, dirinya bersama seluruh civitas akademika terus berupaya meningkatkan kualitas UPR. Mulai dari dosen, mahasiswa, staf, sarana dan prasarana. Rektor juga terus mendorong agar seluruh program studi di UPR minimal mendapat akreditasi B.
Mengutip data https://pnukmppd.kemdikbud.go.id/ pada periode Februari 2022 ada 3.649 peserta dari seluruh FK di Indonesia yang ikut UKMPPD. Ujian ini terdiri dari dua bagian, yakni CBT/Computer Baset Test (tes berbasis computer) dan OSCE/Objective Structuter Clinical Examination (tes roleplay dokter dan pasien). Hasilnya, untuk ujian CBT yang lulus 2.686 orang, dan OSCE lulus 2.553 orang.
Secara terpisah, Dekan FK UPR Prof Dr Syamsul Arifin membenarkan ada 18 mahasiswa yang pertama kali ikut UKMPPD ini lulus 100 persen. Setelah lulus ujian, baru mereka diambil sumpah untuk menjadi dokter.
Disebutkan Prof Syamsul, sejak tahun 2019 mahasiswa profesi dokter yang pertama kali ujian bisa lulus 100 persen. Biasanya, ada 1 atau 2 yang tidak lulus. “Total sudah 226 dokter yang berhasil kita cetak,” ujar dia.
Menurut Prof Syamsul, Ujian yang dilaksanakan secara nasional ini pada 26-27 Februari ini, hasilnya diumumkan tanggal 19 Maret 2022 yang bisa dilihat di https://pnukmppd.kemdikbud.go.id/. Keberhasilan first taker 100 persen ini merupakan buah dari perbaikan yang dilakukan oleh jajaran FK UPR. Dan sebelum 2019, mahasiswa FK ikut di ULM untuk ujian ini.
UKMPPD merupakan satu-satunya ujian yang diselenggarakan oleh negara bagi calon dokter Indonesia untuk mendapatkan gelar dokternya. Ujian ini dulu lebih dikenal dengan nama Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI). Dan syarat utama setiap mahasiswa kedokteran harus menyelesaikan pendidikan preklinik, dan klinik, ungkapnya.
Selain itu, kata Prof Syamsul, dalam satu tahun, setiap peserta memiliki kesempatan untuk mengikuti UKMPPD hingga empat kali, yang biasanya diselenggarakan pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November, dengan jarak waktu setiap tiga bulan sekali.
“Peserta UKMPPD dinyatakan lulus dan mendapatkan gelar dokter apabila berhasil lulus untuk mengikuti tes CBT dan OSCE. UKMPPD ini bertujuan untuk menjaga mutu lulusan pendidikan dokter,” demikian Prof Dr Syamsul Arifin. (HY/MN-2)









