MASAPNEWS – Untuk mendapatkan harga yang baik, petani karet harus betul-betul memperhatikan kualitas dari tanamannya. Kualitas karet harus murni, dan tidak boleh melakukan kecurangan demi mendapatkan harga yang bagus.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Akerman Sahidar, usai melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) di perusahaan karet PT Insan Bonafide Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel)
“Ya, benar saya bersama anggota Komisi II DPRD Gumas melaksanakan kunker ke PT Insan Bonafide, di mana kami banyak mendapat informasi dari sana mengenai harga maupun kualitas karet tersebut,” jelasnya di Kuala Kurun, Selasa (22/3/2022).
Politisi PDI Perjuangan ini menyampaikan, ada hal yang harus diperhatikan petani perkebunan karet agar harga tetap stabil, terutama kualitasnya. Hal ini sangat penting dalam industri dan perkebunan karet, khususnya di Kabupaten Gumas.
Perkebunan karet salah satu unggulan, karena diketahui masyarakat Gumas masih banyak yang memiliki kebun karet dan masih banyak masyarakat setempat menggantungkan pekerjaan dari penghasilan perkebunan karet.
Sesuai dari informasi, untuk kualitas karet yang baik management PT Insan Bonafide menyarankan bahwa karet hasil torehan yang disimpan di kotak papan kayu jangan direndam di air, namun harus disimpan di lokasi yang lebih lembab.
Setelah dua atau tiga minggu, karet dibawa ke pembeli. PT Insan Bonafide juga menginformasikan harga slab karet kering per 100 kilogram Rp2,3 juta. Karet biasa per 100 kilogram Rp1,3 juta.
Diketahui, PT Insan Bonafide ke depan memiliki keinginan untuk membangun gudang penampungan karet di Kabupaten Gumas. PT Insan Bonafide merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pemanfaatan hasil pengolahan bahan baku yang diterima dari petani karet, menjadi produk setengah jadi untuk diekspor. (HY/MN-2)









