MASAPNEWS-Dari beberapa titik jalan poros Trans Kalimantan di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) akhir-akhir ini terdapat pekerja anak dibawah umur. Biasanya pekerja anak ini punya wilayah, terutama di salah satu desa Kecamatan Sepang hingga Mihing Raya.
Menurut pemantauan di lokasi, anak-anak di bawah umur ini mengharapkan pemberian dari supir-supir truk dan kendaraan umum yang sedang melintas. Para pekerja anak di bawah umur ini ada yang masih bersekolah dan sudah putus sekolah.
Para Pekerja anak dibawah umur ini menjadi sorotan wakil ketua komisi III DPRD Kabupaten Gumas Lily Rusnikasi bahwa masih banyak anak-anak dieksploitasi untuk meminta-minta di jalan. Hal ini juga dapat membahayakan jiwa anak itu sendiri.
“Saya sangat prihatin. Orang tua harus melarang anak-anaknya mencari nafkah yang masih dibawah umur. Dari perlakuan ini tidak benarkan, karena sudah ada Undang-Undangnya yang mangatur, yakni Nomor 35 Tahun 2014,” kata Lily saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Kamis (12/6/2022).
Diakui dia, atas persoalan ini lemahnya pengawasan baik dari dinas terkait maupun lembaga hingga masyarakat luas, karena bukan ranahnya anak- anak untuk mencari nafkah. Yang wajib mencari nafkah itu adalah orang tua sebagai penanggung jawab dalam keluarga.
Tidak sedikit orang tua sekarang ini yang beranggapan bahwa anak harus bisa mandiri sejak dini. Kenyataan tersebut bukan sepenuhnya salah. Namun dengan cara harus bekerja mencari nafkah, tentu tidaklah tepat. Terlebih jika anak tersebut masih usia sekolah, ungkap Lily.
Legislator dari daerah pemilihan (dapil) I yang mencakup Kecamatan Kurun, Mihing Raya, dan Sepang ini menambahkan, memang tidak salah ketika orangtua mengajarkan kemandirian pada anak.
“Saya kembali mengingatkan, mandiri disini bukan berarti anak yang nota bene berusia sekolah, malah dipaksa mencari nafkah. Ini yang salah,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.
Legislator Gumas ini meminta kepada instansi dinas terkait agar secepatnya menghentikan aktifitas yang dilakukan oleh anak dibawah umur tersebut. Dan ini dapat membahayakan keselamatan mereka, hanya gara-gara mengharap belas kasihan dari pengguna jalan.(HY/MN-2)









