MASAPNEWS – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Yansiterson mengatakan penanganan darurat terhadap jalan nasional menuju Kota Kuala Kurun, Kecamatan Kurun mulai dilakukan.
“Khusus untuk titik (jalan) longsor ada dua hal yang akan dilakukan,” ucapnya didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) kabupaten Baryen dan sejumlah pejabat lainnya di Kuala Kurun, Rabu (19/10/2022).
Pertama adalah penanganan darurat atau jangka pendek, yang sudah mulai dilakukan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), dan diperkirakan dapat segera selesai dalam waktu dekat.
Untuk penanganan jangka panjang perlu penanganan permanen. Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui DPU akan menyurati balai, sebagai bahan agar balai memprogramkan kegiatan penanganan permanen pada 2023.
Sementara itu, Kepala DPU Kabupaten Gumas Baryen mengatakan penanganan terhadap jalan longsor sifatnya darurat, dan jika tidak ada rintangan penanganan segera selesai.
Jika penanganan darurat telah selesai, yang diperkirakan selesai dalam jangka waktu satu hingga dua hari ke depan, maka kendaraan kecil atau roda dua sudah bisa melewati ruas jalan menuju Kuala Kurun.
Untuk penanganan lebih lanjut, nantinya BPJN menurunkan tim perencanaan, untuk melakukan penyelidikan, menilai kondisi, dan mencari penyebab longsor. Kemudian akan ditentukan desain untuk penanganan permanen.
“Kita akan bersurat (ke BPJN), kemudian di 2023 akan ada penanganan permanen. Mungkin sampai akhir 2022 ini penanganannya darurat, tapi sudah bisa fungsional, sudah bisa lewat. Mudah-mudahan satu hingga dua hari ke depan sudah lancar,” kata dia.
Untuk diketahui, jalan nasional menuju Kota Kuala Kurun, tepatnya di dekat Jembatan Batu Mahasur, longsor pada Selasa (18/10) lalu. Akibatnya, jalan ditutup untuk sementara, demi keselamatan pengendara kendaraan bermotor.
Untuk sementara pengendara dialihkan menggunakan feri penyeberangan, baik yang ada di Kuala Kurun maupun di Tumbang Hakau. (GCM/MN-3)









