MASAPNEWS – Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mendorong agar pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah setempat dilakukan dengan menyesuaikan potensi unggulan di masing-masing daerah. Langkah ini dinilai penting untuk mencetak lulusan yang siap kerja dan mampu berkontribusi langsung terhadap pembangunan ekonomi lokal.
Menurut anggota DPRD Gumas, setiap kecamatan di Kabupaten Gunung Mas memiliki karakteristik dan potensi berbeda — mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga pariwisata. Karena itu, kurikulum dan jurusan di SMK sebaiknya disesuaikan agar selaras dengan kebutuhan daerah tersebut.
“SMK harus menjadi pusat pengembangan tenaga kerja terampil yang relevan dengan potensi lokal. Misalnya di daerah yang kuat di sektor perkebunan, bisa dikembangkan jurusan agribisnis, sedangkan di daerah dengan potensi wisata, bisa dibuka jurusan perhotelan atau pariwisata,” ujar salah satu anggota DPRD Gumas saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin, 18 Agustus 2025.
Ia menambahkan, dengan pendekatan tersebut, lulusan SMK tidak hanya siap kerja tetapi juga berpeluang menjadi wirausahawan yang mampu menciptakan lapangan kerja baru di daerahnya sendiri.
“Kita ingin SMK tidak hanya menghasilkan pencari kerja, tapi juga pencipta lapangan kerja. Itulah pentingnya kesesuaian antara pendidikan kejuruan dengan potensi daerah,” tambahnya.
DPRD juga mendorong kerja sama antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan pihak sekolah untuk memperkuat pendidikan vokasi, baik melalui program magang, pelatihan, maupun pengembangan fasilitas praktik.
Dengan adanya sinergi tersebut, diharapkan SMK di Kabupaten Gunung Mas dapat menjadi pilar penting dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, berdaya saing, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. (IST)









