MASAPNEWS – Ketua DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah Binartha berharap penerimaan pekerja baik itu guru maupun tenaga teknis di Sekolah Rakyat lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal.
“Dalam waktu dekat Sekolah Rakyat permanen di Gumas akan segera dibangun di Desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun. Saya harap nantinya penerimaan pekerja di sana lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal,” ucapnya saat dihubungi dari Kuala Kurun, Senin, 13 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, saat ini di Gumas masih ada pegawai honorer sekolah dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang belum menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Jika memungkinkan, politisi Partai Golkar itu ingin agar penerimaan pekerja di Sekolah Rakyat permanen di Gumas nantinya, lebih memprioritaskan pegawai honorer sekolah dari dana BOS tadi.
Di sisi lain, pria yang akrab disapa Obin ini menegaskan, DPRD Gumas terus berupaya mencari jalan keluar terbaik, agar status pegawai honorer sekolah dari dana BOS bisa berubah menjadi PPPK.
“Kami berupaya, namun upaya yang kami lakukan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” ungkap wakil rakyat dari daerah pemilihan II meliputi Kecamatan Rungan Hulu, Rungan, Rungan Barat, Manuhing, dan Manuhing Raya ini.
Sebelumnya, Bupati Gumas Jaya S Monong meluncurkan Sekolah Rakyat kabupaten setempat yang menampung 100 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Senin (29/9).
Gumas menjadi salah satu dari empat kabupaten/kota di Kalteng, yang terpilih menjadi lokasi Sekolah Rakyat Rintisan 2025 dari Kementerian Sosial RI, sekaligus juga menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Permanen, yang berlokasi di Desa Tumbang Tambirah, yang rencananya akan mulai dibangun pada akhir 2025. (ist)









