MASAPNEWS – Legislator Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah Karollina melaksanakan reses perorangan di Desa Buntoi, Kecamatan Miri Manasa untuk menjaring aspirasi warga.
“Ada beberapa aspirasi yang disampaikan warga saat saya melakukan reses perorangan di Buntoi. Salah satunya, mereka sangat berharap dapat segera merasakan layanan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN),” ucapnya di Kuala Kurun, Selasa, 18 November 2025.
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan III meliputi Kecamatan Tewah, Kahayan Hulu Utara, Miri Manasa, dan Damang Batu ini menjelaskan, terdapat 52 kepala keluarga bermukim di Buntoi.
Hingga saat ini, tuturnya, puluhan kepala keluarga tadi masih mengandalkan tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari, yang dinilai belum sepenuhnya mampu menunjang aktivitas mereka.
Oleh sebab itu, warga Buntoi sangat berharap segera merasakan layanan dari PLN, demi percepatan pembangunan desa serta meningkatkan kenyamanan dan efisien aktivitas sehari-hari warga.
Selain soal kelistrikan, sambung politisi Partai Demokrat ini, warga Buntoi juga menyampaikan berbagai aspirasi lain berkaitan dengan bidang pendidikan, kesehatan, hingga transportasi.
Menanggapi aspirasi warga Buntoi, Karollina menegaskan seluruh usulan yang diterima akan dimasukkan dalam laporan hasil reses. Selanjutnya laporan tersebut akan diperjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah kabupaten di DPRD.
Ia menyampaikan apresiasi atas masukan warga Buntoi, yang dianggap sangat penting bagi kebutuhan dasar, sekaligus memastikan aspirasi tersebut akan dibawa dan didorong agar mendapatkan tindak lanjut sesuai kewenangan yang ada.
DPRD Gumas berkomitmen mendorong pemerataan pembangunan, terutama terkait infrastruktur dasar, yang masih menjadi kebutuhan mendesak di sejumlah desa di wilayah kabupaten bermoto ‘Habangkalan Penyang Karuhei Tatau’.
“Melalui kegiatan reses ini, saya berharap komunikasi antara masyarakat dan para wakilnya semakin kuat, sehingga pembangunan daerah dapat benar-benar menjangkau kebutuhan warga hingga ke tingkat desa,” demikian Karollina. (IST)









