MASAPNEWS – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Evandi, mengingatkan pentingnya budaya membaca bagi generasi muda sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
Menurutnya, kemajuan teknologi digital membawa dampak positif, namun di sisi lain membuat minat baca masyarakat—khususnya generasi muda—cenderung menurun akibat tingginya konsumsi konten instan. Padahal, membaca merupakan sarana utama untuk memperluas wawasan, mempertajam kemampuan berpikir, serta meningkatkan daya saing.
“Saya mengajak seluruh generasi muda Gumas untuk membiasakan diri membaca. Dengan membaca, kita melatih kemampuan memahami informasi secara mendalam, dan itu sangat penting untuk masa depan mereka,” ujar Evandi, 4 September 2025.
Ia menjelaskan, kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya dan kebiasaan warganya dalam memperoleh pengetahuan. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta komunitas literasi untuk terus memperkuat fasilitas dan kegiatan yang mendukung meningkatnya budaya membaca.
Evandi mengusulkan agar sekolah dan pemerintah desa menyediakan pojok baca atau perpustakaan mini yang mudah diakses oleh pelajar dan masyarakat. Kegiatan seperti lomba literasi, gerakan satu hari satu halaman, atau program membaca bersama juga dinilai efektif untuk menumbuhkan minat baca.
Tak hanya itu, ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam menanamkan kebiasaan membaca sejak usia dini. Pola asuh dan lingkungan keluarga, katanya, memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan anak dalam mengembangkan kebiasaan literasi.
“Orang tua harus menjadi contoh. Jika anak melihat orang tuanya rajin membaca, mereka akan menirunya. Budaya literasi tidak bisa tumbuh jika tidak dimulai dari lingkungan keluarga,” tegasnya.
Evandi berharap upaya mendorong minat baca ini mendapat dukungan dari semua pihak demi menciptakan generasi Gumas yang cerdas, kreatif, dan mampu bersaing di era global. (IST)









