MASAPNEWS – Polres Gunung Mas bersama TNI menggelar patroli gabungan di sejumlah daerah yang dipetakan rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Jumat (2/10/2026) malam.
Kegiatan ini menjadi langkah preventif untuk mencegah Karhutla, mendeteksi dini potensi titik api, dan menjaga situasi tetap kondusif pada malam hari.
Patroli diawali apel persiapan pukul 20.00 WIB di halaman Mapolres Gunung Mas. Apel diikuti sejumlah pejabat utama Polres, personel yang terlibat dalam surat perintah siaga bencana Karhutla, piket Pamapta, personel Kodim 1018-GMS, dan Satpol PP Gunung Mas.
Pukul 20.15 WIB, personel gabungan bergerak dengan delapan unit kendaraan roda empat patroli polisi menuju lokasi-lokasi rawan.
Selain memantau kondisi lapangan, kehadiran personel diharapkan dapat mencegah pembakaran hutan dan lahan, baik yang disengaja maupun akibat kelalaian.
Pamapta II Polres Gunung Mas IPDA Yuan Natanuel, S.H., M.M., mewakili Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., mengatakan patroli ini merupakan bagian dari upaya bersama memperkuat pencegahan dan menjaga keamanan wilayah.
“Patroli gabungan ini dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk melakukan deteksi dini dan mengantisipasi terjadinya Karhutla maupun gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polres Gunung Mas,” kata Yuan saat dikonfirmasi PS Kasihumas Ipda Abner, S.Sos., Sabtu (3/10/2026) siang.
Di sela patroli, personel juga mengecek Posko Karhutla Terpadu Polres Gunung Mas untuk memastikan kesiapsiagaan personel, sarana, dan prasarana.
“Selain patroli, kami juga memastikan kesiapan Posko Karhutla Terpadu, termasuk personel dan sarana prasarana, sehingga apabila ditemukan adanya potensi kebakaran, langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.
Polres bersama instansi terkait juga terus memantau kondisi lapangan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di titik rawan Karhutla, gangguan Kamtibmas, serta gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Peran Bhabinkamtibmas turut dioptimalkan untuk mengimbau dan mengedukasi warga agar tidak membakar hutan dan lahan.
Masyarakat juga diminta segera melapor kepada aparat jika menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu Karhutla.Hingga patroli berakhir dan dilaporkan, situasi di wilayah hukum Polres Gunung Mas terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Tidak ditemukan kejadian menonjol maupun gangguan Kamtibmas selama patroli berlangsung.
Ke depan, Polres bersama TNI dan instansi terkait akan mempertahankan serta meningkatkan patroli secara terukur dan berkesinambungan.
Skala prioritas ditentukan berdasarkan tingkat kerawanan Karhutla, kondisi cuaca, keberadaan lahan kering, dan informasi dari masyarakat.
Upaya ini diarahkan tidak hanya untuk merespons kejadian, tetapi juga memperkuat pencegahan dan deteksi dini agar potensi Karhutla maupun gangguan Kamtibmas dapat ditangani sebelum berkembang menjadi gangguan nyata. (IST)








