MASAPNEWS – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Dinas Pekerjaan Umum terus melakukan langkah strategis dalam penanganan infrastruktur jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan. Penanganan tersebut dilakukan dengan menetapkan skala prioritas berdasarkan tingkat kerusakan serta dampaknya terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.
“Penetapan skala prioritas menjadi penting mengingat keterbatasan anggaran yang tersedia,” ucap Bupati Gunung Mas Jaya S Monong dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati Efrensia LP Umbing, saat rapat paripurna di Kuala Kurun, Rabu, 26 Agustus 2026.
Pemerintah daerah berupaya memastikan anggaran yang ada dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, terutama pada ruas jalan dan jembatan yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas warga serta kelancaran rantai pasok lokal.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Pekerjaan Umum akan memaksimalkan pemanfaatan dua set alat berat yang dimiliki untuk mendukung kegiatan pemeliharaan dan penanganan jalan. Penggunaan alat berat tersebut diharapkan dapat mempercepat pekerjaan di lapangan, khususnya untuk mengembalikan kondisi jalan menuju fungsionalitas sehingga dapat kembali mendukung aktivitas masyarakat.
Selain jalan, perhatian juga diberikan terhadap sejumlah jembatan yang mengalami kerusakan parah dan membutuhkan penanganan. Infrastruktur jembatan menjadi salah satu bagian penting dalam konektivitas antarwilayah karena kerusakannya dapat menghambat mobilitas masyarakat, distribusi barang maupun hasil produksi.
Adapun wilayah yang menjadi prioritas penanganan berada di Zona 2, meliputi Kecamatan Rungan Hulu, Kecamatan Rungan, Kecamatan Rungan Barat, Kecamatan Manuhing Raya dan Kecamatan Manuhing. Selanjutnya, Zona 3 mencakup Kecamatan Tewah, Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Kecamatan Miri Manasa dan Kecamatan Damang Batu.
Untuk memenuhi kebutuhan anggaran penanganan infrastruktur tersebut, Dinas Pekerjaan Umum juga telah melakukan berbagai upaya efisiensi. Salah satunya melalui pemanfaatan sisa hasil tender serta melakukan pergeseran anggaran pada beberapa mata anggaran yang memungkinkan untuk mendukung kegiatan prioritas.
Selain langkah efisiensi internal, dukungan tambahan anggaran juga telah diminta kepada Pemerintah Daerah melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Upaya tersebut dilakukan agar penanganan jalan dan jembatan yang masuk dalam skala prioritas dapat tetap berjalan di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas berharap optimalisasi anggaran, pemanfaatan alat berat dan dukungan penganggaran dapat mempercepat penanganan infrastruktur yang mendesak. Dengan demikian, akses masyarakat dapat tetap terjaga dan kegiatan ekonomi, termasuk distribusi barang serta hasil produksi masyarakat, dapat berlangsung dengan lebih baik.
Penanganan infrastruktur secara bertahap dan berdasarkan skala prioritas ini diharapkan mampu menjaga konektivitas antarwilayah sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Gunung Mas. (ist)









