MASAPNEWS – Kepala
Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan
Tengah Esra melalui Kepala Bidang SD dan SMP Silpanus mengatakan 1.986
peserta didik kelas IX SMP di kabupaten setempat dinyatakan lulus pada tahun
pelajaran 2020/2021.
“Ke 1.986 peserta didik yang dinyatakan lulus tersebut berasal dari 59 SMP,
dengan rincian 55 SMP negeri dan empat SMP swasta,” ucap Silpanus saat
dihubungi dari Kuala Kurun, Selasa.
Secara keseluruhan, peserta didik kelas IX SMP yang mengikuti ujian sekolah
berjumlah 2.054 orang. Namun ada 68 peserta didik yang dinyatakan tidak lulus
karena berbagai alasan, seperti tidak mengikuti ujian sekolah dan mengundurkan
diri.
Pengumuman kelulusan peserta didik kelas IX SMP telah dilaksanakan pada 4 Juni
2021 lalu. Namun data jumlah kelulusan tidak bisa disampaikan oleh seluruh
sekolah pada hari itu juga.
Sebab, sambung dia, belum semua wilayah di kabupaten bermoto Habangkalan
Penyang Karuhei Tatau tersedia jaringan internet, sehingga laporan jumlah
kelulusan peserta didik baru bisa disampaikan beberapa waktu kemudian.
“Beberapa SMP terkendala blind spot untuk segera menyampaikan laporan kelulusan
kepada kami, seperti SMP yang berada di wilayah Kecamatan Miri Manasa, Damang
Batu, atau Manuhing Raya,” bebernya.
Dia menyebut, pengumuman kelulusan SMP dilakukan secara online dan tatap muka.
Bagi sekolah yang di wilayahnya tidak tersedia jaringan internet dipastikan
melakukan pengumuman kelulusan secara tatap muka.
Dalam pelaksanaannya, sekolah diwajibkan menerapkan protokol kesehatan secara
ketat, di mana peserta didik dan guru diwajibkan menggunakan masker, mencuci
tangan sebelum memasuki lingkungan sekolah, menjaga jarak, menghindari kontak
fisik, dan lainnya.
Lebih lanjut, dia mengimbau kepada peserta didik yang telah dinyatakan lulus
agar melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik itu ke sekolah
menengah atas maupun sekolah menengah kejuruan.
“Jangan sampai putus sekolah, lanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih
tinggi, supaya nantinya bisa menjadi generasi penerus yang dapat diandalkan untuk
menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan,” demikian Silpanus. (ANT/MN-3)









