MASAPNEWS – Legislator Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Evandi, menegaskan bahwa budaya membaca harus menjadi kebiasaan yang ditanamkan sejak usia dini dan terus dipertahankan sampai dewasa bahkan hingga usia tua.
Menurutnya, membaca bukan sekadar aktivitas memperoleh informasi, tetapi merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, menambah wawasan, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kegemaran membaca harus dipupuk sejak anak duduk di PAUD, TK, SD, SMP hingga pendidikan tinggi seterusnya. Bahkan hingga usia tua pun membaca harus tetap menjadi sebuah kebiasaan,” ujar Evandi, 20 September 2025.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan gadget sering kali membuat anak-anak lebih tertarik pada tayangan visual instan, sehingga waktu untuk membaca semakin berkurang.
Padahal, membaca buku melatih kemampuan konsentrasi, memperkaya kosakata, dan menumbuhkan pola pikir kritis yang tidak bisa diperoleh secara instan dari media digital.
Evandi menilai, peran orang tua, guru, dan lingkungan sekitar sangat krusial dalam membentuk kebiasaan literasi tersebut.
Orang tua, katanya, harus mampu menjadi contoh dengan menyediakan waktu khusus untuk membaca di rumah, sementara sekolah harus menyediakan sarana dan kegiatan literasi yang menarik bagi siswa.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat fasilitas penunjang literasi, seperti perpustakaan umum, pojok baca di desa-desa, serta program-program gerakan membaca yang berkelanjutan.
Upaya ini diyakini dapat meningkatkan budaya literasi dan sekaligus mendukung kemajuan pendidikan di Gumas.
“Jika membaca sudah menjadi budaya, maka kualitas generasi kita akan meningkat. Mereka akan lebih siap menghadapi tantangan zaman dan mampu bersaing di dunia kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Evandi berharap ajakan ini dapat menggugah kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mencintai aktivitas membaca sebagai bekal masa depan yang lebih cerah. (IST)









