Selamat Pagi | Kamis, Mei 21, 2026
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini
Masap News Portal Berita Online Terpercaya
Home Opini

Meninjau Upaya Keberhasilan ASI Eksklusif di Kabupaten Gunung Mas

adminmasap by adminmasap
Januari 6, 2022
in Opini
0
Anita Desmarini

Anita Desmarini

58
SHARES
446
VIEWS






Oleh : Anita Desmarini (Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kabupaten Gunung Mas)

ASI (Air Susu Ibu) merupakan makanan terbaik bagi bayi berusia 0-6 bulan.  Hal ini dikarenakan ASI mudah dicerna dalam sistem pencernaan bayi yang baru lahir. 

Berbagai penelitian menyebutkan bahwa bayi pada usia tersebut disarankan untuk mengkonsumsi ASI saja, tanpa disertai makanan tambahan apapun, kecuali jika terdapat indikasi medis dalam pantauan dokter. 

Kemudian dapat dilanjutkan dengan tambahan berupa makanan pendamping sampai dengan usia dua tahun.

ASI yang diberikan selama enam bulan pertama tanpa diberikan makanan tambahan, disebut dengan ASI eksklusif. 

Pemberian asi eksklusif sangat dianjurkan, karena dalam kandungan ASI terdapat berbagai manfaat yang tidak ditemukan pada makanan lain.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan bahwa ASI mengandung nutrisi esensial yang cukup untuk bayi, walaupun ibu dalam kondisi kurang gizi sekalipun dan mampu mengatasi infeksi melalui komponen sel fagosit (pemusnah) dan imunoglobulin (antibodi).

Komponen ASI lain yang juga mempunyai efek perlindungan, antara lain sitokin, laktoferin, lisozim dan musin.

Di dalam semua kebaikan yang dimiliki ASI, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan capaian ASI ekslusif. 

Di antaranya ialah dukungan pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 450/MENKES/SK/IV/2004 Tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Secara Eksklusif pada Bayi di Indonesia. 

Keputusan tersebut memuat tentang anjuran lamanya pemberian ASI dan penetapan Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM), yang nantinya disampaikan oleh semua tenaga kesehatan yang bekerja di semua pelayanan kesehatan kepada semua ibu yang baru melahirkan.

Direktorat Gizi Kementrian Kesehatan menyebutkan bahwa tiap daerah diberikan wewenang dalam menerapkan kebijakan tentang pemberian ASI eksklusif. Mengingat pentingnya ASI eksklusif, capaian pemberian ASI eksklusif diharapkan dapat mencapai angka setinggi mungkin. 

Safitri A, dkk dalam penelitiannya menyebutkan bahwa terdapat beberapa faktor yang memengaruhi pemberian ASI eksklusi, di antaranya ialah pengetahuan ibu, dukungan keluarga, ibu bekerja, dukungan nakes, kesehatan ibu, sarana, kebiasaan keluarga, usia ibu, psikologis ibu, media, dan jumlah asi yang diproduksi ibu kurang. 

Berdasarkan hasil dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2021 dari Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk berumur 0 hingga 5 bulan yang masih diberi ASI sejak lahir hingga 24 jam terakhir tanpa diberikan makanan pendamping apapun di Kabupaten Gunung Mas ialah sebesar 48,02 persen. 

Capaian ini tentu masih perlu ditingkatkan, mengingat pentingnya ASI dalam membentuk anak-anak yang sehat dan cerdas. 

Hal ini senada dengan pernyataan dari Menkes pada acara puncak Pekan ASI Sedunia (PAS) tahun 2016 yang dibacakan Dirjen Kesmas, Anung Sugihantono, di kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, yang menyebutkan bahwa anak-anak yang mendapatkan ASI Eksklusif cenderung memiliki intelegensia yang lebih tinggi dan memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat.

Begitu juga dengan ibu yang memberikan ASI memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena kanker payudara dan kanker rahim.

Berkaca dari berbagai manfaat yang didatangkan dari ASI dan capaian ASI eksklusif di Indonesia, khususnya di Kabupaten Gunung Mas, maka perlu adanya peran aktif dari berbagai pihak untuk meningkatkan capaian ASI eksklusif menjadi lebih meningkat. 

Peran tersebut, diperlukan dari keluarga, lingkungan kerja, fasilitas dan tenaga kesehatan, serta pemerintah setempat. 

Di antaranya, perlu adanya dukungan nyata agar tenaga kesehatan yang menangani ibu melahirkan berperan aktif dalam memberikan pengetahuan serta bimbingan bagi ibu yang baru melahirkan serta keluarga yang mendampingi. 

Dari situ, diharapkan ibu menjadi mandiri untuk menyusui anaknya dan memiliki tekad yang kuat untuk memaksimalkan upayanya dalam memberikan ASI. 

Pemerintah dapat memberikan dukungan untuk mengadakan pelatihan bagi petugas kesehatan agar memiliki pengetahuan terkait tercapainya ASI eksklusif. 

Pemerintah juga perlu memberi imbauan kepada tenaga kesehatan agar memberikan sosialisasi dan bimbingan tersebut kepada ibu yang baru melahirkan beserta keluarganya. 

Selain itu, penyediaan fasilitas konsultasi menyusui juga diperlukan demi keberhasilan demi kesuksesan program ASI eksklusif.

Previous Post

PB HMI dorong pengesahan RUU TPKS

Next Post

Bulog-BKKBN salurkan beras bervitamin untuk turunkan angka stunting

Related Posts

Anita Desmarini
Opini

Imunisasi : Upaya Pembentukan Herd Immunity dan Pencegahan Kejadian Luar Biasa

Februari 5, 2023
Anita Desmarini
Opini

Kebutuhan Sinergi Dalam Upaya Penurunan Angka Perkawinan Anak

Januari 15, 2023
Anita Desmarini
Opini

Data Angka Putus Sekolah Sebagai Modal Perencanaan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja

Juli 13, 2022
Anita Desmarini
Opini

Capaian Pembangunan Manusia dari Perpektif Gender

Mei 18, 2022
Abdul Mufid, S.E., M.Ec.Dev
Opini

Meterai Elektronik Dalam Pelaksanaan Pengelolaan APBN

April 8, 2022
Destano Anugrahnu
Opini

Kebijakan anggaran desa dalam intervensi

Februari 9, 2022
Next Post
Perum Bulog melalui program “Bulog Peduli Gizi” menyalurkan bantuan beras berfortifikasi kepada ibu hamil dan balita di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. (MASAPNEWS/ANT/HO-Bulog)

Bulog-BKKBN salurkan beras bervitamin untuk turunkan angka stunting

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

  • Tim Skyger Vertical Voyage Indonesia yang sempat dikabarkan hilang saat melakukan ekspedisi ditemukan selamat di wilayah Desa Harowu, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas, Jumat (27/8/2021). (Foto : Dokumentasi pribadi)

    Sempat dikabar hilang, Tim Ekspedisi Panjat Tebing Puruk Sandukui ditemukan selamat

    716 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Polres Gumas Amankan Tiga Tersangka Illegal Mining

    494 shares
    Share 198 Tweet 124
  • Berikut asal nama Tahura Lapak Jaru, satu-satunya tahura di Kalteng

    451 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Sejumlah warga Kalteng jadi korban investasi bodong hingga Rp2 miliar lebih

    391 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Berbalas Pantun Warnai Pembukaan Musda IV MD-AHK Kabupaten Gumas

    289 shares
    Share 116 Tweet 72
Masap News Portal Berita Online Terpercaya

Follow us on social media:

Informasi

Tentang Kami
Pedoman Media Siber
Redaksi
Info Pemasangan Iklan

Kategori

  • Barito Selatan
  • Barito Timur
  • Barito Utara
  • Berita Daerah
  • DPRD Kabupaten Gunung Mas
  • DPRD Kotawaringin Timur
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Gunung Mas
  • Hiburan
  • Internasional
  • Kapuas
  • Katingan
  • Kotawaringin Barat
  • Kotawaringin Timur
  • Kriminal
  • Lamandau
  • Murung Raya
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Palangka Raya
  • Pariwisata
  • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
  • Politik
  • Pulang Pisau
  • Seruyan
  • Sukamara
  • Uncategorized
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Berita Daerah
    • Palangka Raya
    • Katingan
    • Gunung Mas
      • Pemerintah Kabupaten Gunung Mas
      • DPRD Kabupaten Gunung Mas
    • Kotawaringin Timur
      • DPRD Kotawaringin Timur
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Kapuas
    • Kotawaringin Barat
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Pariwisata
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.