MASAPNEWS – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menargetkan sejumlah capaian indikator makro pembangunan tahun 2026 seiring dengan pengalokasian anggaran pada program-program prioritas dalam Rancangan APBD 2026.
“Target ini diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucap Bupati Jaya S Monong dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati Efrensia LP Umbing, saat rapat paripurna di Kuala Kurun, Senin, 17 November 2025.
Ia menyampaikan bahwa seluruh program prioritas dirancang secara terukur dan diarahkan untuk menghasilkan dampak nyata bagi perekonomian, kualitas hidup, dan pemerataan pembangunan daerah.
Target Pertumbuhan Ekonomi Naik ke 7 Persen
Salah satu target utama tahun 2026 adalah pertumbuhan ekonomi sebesar 7%. Pemerintah daerah optimistis angka ini dapat dicapai melalui penguatan sektor unggulan, hilirisasi komoditas, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Kemiskinan dan Pengangguran Diturunkan
Selain itu, Pemkab Gunung Mas menargetkan angka kemiskinan turun menjadi 5%, didukung oleh program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan penciptaan lapangan kerja baru.
Di sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka ditargetkan turun hingga 2,8%, melalui peningkatan investasi, penguatan UMKM, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Kualitas Hidup Meningkat
Untuk indikator kualitas manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditargetkan mencapai angka 74, sebagai hasil dari penguatan layanan pendidikan, kesehatan, dan peningkatan standar hidup layak.
Tingkat ketimpangan pendapatan juga menjadi perhatian. Pemkab memasang target Indeks Gini di angka 0,25, mengindikasikan meningkatnya pemerataan kesejahteraan masyarakat.
PDRB Per Kapita Diproyeksikan Capai Rp72 Juta
Dari sisi daya dukung ekonomi, PDRB per kapita ditargetkan mencapai Rp72 juta per tahun, mencerminkan harapan peningkatan produktivitas dan pendapatan masyarakat Gunung Mas.









